
PERAYAAN PESTA PELINDUNG STASI ST. ANTONIUS PADUA RIANGKAHA: AJAK UMAT CINTA SABDA DAN BERSATU MEMBANGUN GEREJA
Stasi Riangkaha, Paroki St. Yosef Lewotobi | 13 Juni 2026
Perayaan Pesta Pelindung Stasi St. Antonius Padua Riangkaha tahun 2026 berlangsung dengan penuh sukacita, khidmat, dan semangat kebersamaan. Seluruh umat ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan serta komitmen bersama dalam membangun Gereja.

Rangkaian kegiatan menyongsong Pesta Pelindung Stasi St. Antonius Padua Riangkaha berlangsung semarak dan penuh semangat kebersamaan. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari bakti bersama membersihkan lingkungan gereja dan pekuburan umum hingga Triduum selama tiga hari sebagai sarana pembinaan iman dan persiapan rohani umat dalam menyambut pesta pelindung stasi.


Warna perayaan Pesta Pelindung Stasi St. Antonius Padua Riangkaha tahun ini tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tradisi prosesi bersama Patung Santo Antonius Padua yang biasanya mengelilingi kampung tidak dilaksanakan karena kondisi wilayah stasi yang masih berada dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) akibat erupsi gunung. Sebagai gantinya, umat mengikuti dialog bersama Pastor Paroki yang menjadi sarana refleksi, pembinaan iman, dan penguatan kebersamaan umat.
Ketua Dewan Stasi Riangkaha, Bapak Thomas Sugi Witin menjelaskan:
“Tahun ini kami tidak mengadakan prosesi keliling kampung seperti tahun-tahun sebelumnya karena situasi erupsi gunung dan wilayah stasi kami masih berada dalam zona KRB (Kawasan Rawan Bencana). Sebagai gantinya, rangkaian kegiatan diisi dengan dialog bersama Pastor Paroki dan seluruh umat.”
Meski tanpa prosesi, semangat iman dan kebersamaan umat tetap terasa kuat sepanjang perayaan. Kesederhanaan rangkaian kegiatan justru menghadirkan ruang yang lebih luas bagi umat untuk membangun persekutuan dan memperdalam kehidupan rohani.

Perayaan Ekaristi sebagai puncak acara dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yosef Lewotobi, RD. Moses Watan Boro. Liturgi berlangsung khidmat dan meriah dengan dukungan pelayanan koor dari Kelompok Bapa-Bapa dan Orang Muda Laki-Laki Stasi Riangkaha yang menghidupkan suasana perayaan melalui lantunan pujian yang penuh semangat dan penghayatan.
Dalam homilinya, Romo Moses mengajak umat untuk merenungkan kembali jati diri Santo Antonius Padua sebagai teladan iman dan pewarta Sabda Tuhan yang ulung. Ia menegaskan bahwa pesta pelindung bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kesempatan untuk menggali dan menghidupi spiritualitas Santo Antonius Padua.
“Santo Antonius Padua dikenal sebagai pengkhotbah ulung dan teladan cinta kepada Sabda Tuhan. Semangat inilah yang harus kita bangun bersama dengan mencintai Kitab Suci, setia mengamalkan Firman dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadikan Firman Tuhan sebagai kekuatan untuk menghadapi setiap persoalan hidup,” ungkap Romo Moses.

Usai Perayaan Ekaristi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan dialog pastoral bersama Pastor Paroki yang diikuti oleh seluruh umat. Dialog tersebut mengangkat tema “Membangun Gereja yang Mandiri dalam Personil, Finansial, dan Spiritualitas dengan Meneladani Santo Antonius Padua.”
Dalam arahannya, Pastor Paroki mengajak umat Stasi Riangkaha untuk terus bertumbuh menjadi Gereja yang mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan menggereja. Kemandirian tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan dalam tiga aspek utama, yakni personil, finansial, dan spiritualitas.
Pada aspek personil, umat didorong untuk semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai pelayanan Gereja, baik sebagai petugas liturgi, pengurus kelompok kategorial, pengurus stasi, maupun anggota Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Sementara itu, dalam aspek finansial, umat diajak membangun semangat swadaya dan kepedulian bersama guna mendukung berbagai program pastoral serta rencana pembangunan gereja. Adapun dalam aspek spiritualitas, umat diajak meneladani Santo Antonius Padua melalui kecintaan terhadap Sabda Tuhan, ketekunan dalam doa, dan keberanian mewartakan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Dialog tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi penting kepada umat. Ketua Dewan Stasi Riangkaha memaparkan perkembangan kehidupan umat sekaligus menyampaikan laporan keuangan stasi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pelayanan Gereja.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Bapak Maximus Jobe Tobi, menyampaikan laporan perkembangan rencana pembangunan gereja. Ia mengajak seluruh umat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan gereja yang telah direncanakan.
“Agar pembangunan nanti dapat berjalan dengan lancar, maka kita perlu bersatu hati dan menjaga kekompakan. Persatuan adalah fondasi utama agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan membawa berkat bagi kita serta generasi mendatang,” tegasnya.
Ajakan tersebut mendapat perhatian umat yang hadir, sejalan dengan semangat pesta pelindung tahun ini yang menekankan pentingnya persatuan, kemandirian, dan keterlibatan aktif seluruh umat dalam membangun Gereja.
Menutup dialog, Pastor Paroki kembali memberikan peneguhan kepada seluruh umat agar meneladani Santo Antonius Padua sebagai pewarta Sabda, bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan kasih, kerendahan hati, dan semangat persaudaraan.
“Semoga semangat Santo Antonius Padua menginspirasi kita untuk membangun Stasi Riangkaha yang kuat dalam iman, mandiri dalam pelayanan, dan bersatu dalam membangun rumah Tuhan. Dengan tekun membaca Kitab Suci dan setia pada panggilan hidup beriman, kita percaya Tuhan akan melancarkan setiap rencana dan usaha yang kita lakukan.”




Kebersamaan dalam pesta pelindung ditutup dengan resepsi sederhana dan hiburan yang dipersembahkan oleh anak-anak SDK Riangkaha dan TK Kartini Riangkaha. Penampilan mereka menjadi tanda harapan bahwa benih-benih iman terus tumbuh dan berkembang dalam diri generasi muda Gereja.
Perayaan Pesta Pelindung Stasi St. Antonius Padua Riangkaha tahun ini menjadi momentum penting bagi seluruh umat untuk semakin mencintai Sabda Tuhan, hidup setia sebagai pengikut Kristus, serta bergandengan tangan membangun Gereja yang mandiri, bersatu, dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan, seturut teladan Santo Antonius Padua.
(Thomas Sugi – Komsos Lewotobi)



