
Pastor Paroki Ajak OMK Stasi Riangkaha Bangkit: “Yang Kita Kejar Bukan Kuantitas, Melainkan Kualitas”
Riangkaha, 28 Juli 2026 – Semangat membangun Orang Muda Katolik (OMK) yang lebih aktif, solid, dan berkualitas menjadi pesan utama dalam pertemuan Pastor Paroki bersama OMK Stasi Riangkaha yang berlangsung pada Selasa (28/7), pukul 17.00–18.30 WITA. Pertemuan yang dikemas dalam suasana dialog terbuka ini menghadirkan ruang bagi kaum muda untuk berbicara jujur tentang dinamika organisasi sekaligus merancang langkah-langkah pembaruan demi masa depan Gereja.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pastor Paroki Rm. Moses, Diakon Tubo, Ketua Dewan Stasi Thomas Witi, Ketua KOMPAK Hans Temu sebagai moderator, serta sekitar 30 anggota KOMPAK (Kelompok Pelajar dan Orang Muda Katolik) Stasi Riangkaha.
Pertemuan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Sesil, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dewan Stasi, Thomas Witi. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berkumpul bersama dan mengapresiasi inisiatif Pastor Paroki yang memilih bertemu langsung dengan kaum muda.
“Banyak generasi yang berhasil berawal dari pembinaan di OMK. Karena itu, kesempatan ini menjadi ruang untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi orang muda,” ungkapnya.
Thomas juga mengakui bahwa OMK Riangkaha masih aktif melayani Gereja, terutama dalam tugas koor dan petugas liturgi setiap hari Minggu. Namun, tingkat keterlibatan anggota masih belum merata; ada yang konsisten melayani, tetapi tidak sedikit yang hanya aktif pada waktu-waktu tertentu.
Orang Muda Dipanggil Membawa Sukacita
Dalam sesi pembinaan, Diakon Tubo mengajak kaum muda untuk kembali menemukan identitasnya sebagai Orang Muda Katolik yang bangga akan panggilannya.
Mengutip pesan mendiang Paus Fransiskus, Diakon Tubo menegaskan bahwa orang muda dipanggil untuk membawa sukacita kepada setiap orang yang dijumpainya.
“Jangan malu menjadi Orang Muda Katolik. Kekuatan yang kalian miliki adalah anugerah Tuhan yang harus dipakai untuk melayani dan membangun Gereja,” pesannya.
Ia juga membagikan pengalaman kunjungan pastoral ke beberapa stasi yang menunjukkan masih minimnya keterlibatan kaum muda dalam kehidupan menggereja. Karena itu, menurutnya, kebersamaan harus terus dibangun agar setiap orang muda merasa diterima dan memiliki Gereja.
Mendengar Suara Orang Muda
Pertemuan kemudian memasuki sesi dialog yang berlangsung sangat hidup. Pastor Paroki memberi kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pengalaman, kendala, maupun harapan mereka terhadap perkembangan KOMPAK.


Ketua KOMPAK, Hans Temu, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah memiliki struktur kepengurusan lengkap, mulai dari wakil ketua, sekretaris hingga berbagai seksi pelayanan.
Ia mengenang masa-masa ketika KOMPAK sangat aktif dengan agenda doa bersama setiap Selasa, sharing iman setiap Jumat, pelayanan liturgi, serta berbagai kegiatan usaha dana. Namun, berbagai kendala membuat sebagian besar program tersebut perlahan berhenti.
Berbagai suara pun bermunculan dari para peserta.
Lori, mantan Ketua OMK, mengungkapkan keprihatinannya terhadap semangat orang muda yang sering kali hanya bertahan sesaat.
Sesi, selaku Seksi Liturgi, menceritakan pengalaman usaha dana melalui pembuatan pupuk kompos, iuran anggota, serta persembahan mingguan yang sempat berjalan, namun akhirnya terhenti karena berbagai kendala, termasuk keberatan dari orang tua.
Andreas Keso berharap kegiatan doa bersama, sharing, kerja bakti, hingga pelayanan liturgi dapat kembali dihidupkan seperti sebelumnya.
Sementara itu, Oin Blolon mempertanyakan kejelasan tugas pokok dan fungsi pengurus agar organisasi dapat berjalan lebih efektif. Hal senada juga disampaikan Ibu Irna Beribe yang mengingatkan masih banyak program lama yang belum terealisasi, mulai dari Rumah KOMPAK, usaha keripik, hingga pendataan anggota.
Eman Blolon menyoroti tantangan lain, yakni sulitnya menyatukan anggota yang masih berstatus pelajar dengan mereka yang sudah lebih dewasa.
Seluruh masukan tersebut menjadi gambaran nyata dinamika yang sedang dihadapi OMK Stasi Riangkaha.
Menata Organisasi, Menyiapkan Masa Depan
Menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan, Pastor Paroki Rm. Moses menegaskan bahwa pembenahan organisasi menjadi langkah pertama yang harus dilakukan.
Ia menyampaikan bahwa kepengurusan OMK perlu disegarkan dan dilengkapi, kemudian diajukan ke paroki untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) sekaligus dilantik secara resmi. Selain itu, setiap seksi diminta menyusun program kerja yang jelas dan seimbang, meliputi bidang rohani, sosial, olahraga, usaha dana, hingga pengembangan kreativitas kaum muda.


Pastor Moses juga mengungkapkan bahwa saat ini Paroki sedang menyusun AD/ART OMK Paroki yang nantinya akan menjadi pedoman bersama bagi seluruh OMK di setiap stasi.
Menurutnya, keberadaan AD/ART akan memperjelas arah organisasi sekaligus memperkuat koordinasi pelayanan di tingkat Paroki, Stasi, maupun Komunitas Basis Gerejawi (KBG).
“Saya ingin OMK menjadi tempat lahirnya agen-agen pastoral masa depan. Jangan hanya aktif di tingkat paroki atau stasi, tetapi juga hidup dan melayani di lingkungan KBG. Yang kita kejar bukan banyaknya orang muda yang hadir, melainkan kualitas pribadi yang terus bertumbuh dalam iman, pelayanan, dan kepemimpinan,” tegas Pastor Moses.
Ia juga meminta agar seluruh program kerja nantinya dituangkan dalam kalender kegiatan sehingga seluruh anggota, Dewan Stasi, dan Paroki dapat bersama-sama mendukung pelaksanaannya.
Awal Kebangkitan KOMPAK
Menutup pertemuan, Ketua Dewan Stasi Thomas Witi menyambut baik rencana penyusunan AD/ART OMK Paroki. Menurutnya, pedoman tersebut akan menjawab banyak persoalan organisasi yang selama ini masih belum memiliki arah yang jelas.
Ia juga mengingatkan bahwa OMK Riangkaha memiliki potensi besar. Banyak anggotanya yang memiliki latar belakang pendidikan, keterampilan pertanian, peternakan, hingga berbagai kemampuan lain yang dapat dikembangkan menjadi program nyata bagi Gereja maupun masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini menjadi lebih dari sekadar forum evaluasi. Dialog yang jujur antara Pastor Paroki, Diakon, Dewan Stasi, dan Orang Muda Katolik menghadirkan harapan baru bagi kebangkitan KOMPAK Stasi Riangkaha.
Dengan semangat sinodal—berjalan bersama, saling mendengar, dan saling menguatkan—OMK Riangkaha diharapkan semakin bertumbuh menjadi komunitas orang muda yang beriman, kreatif, bertanggung jawab, serta siap menjadi kader-kader penerus Gereja di masa depan. (ASO – Komsos Lewotobi)



