
Perayaan Ekaristi Bersama Pater Markus Solo Kwuta Meneguhkan Umat untuk Memiliki Hati yang Bersih dan Peka Mendengarkan Tuhan
Lewouran – Selasa, 04 Agustus 2026, Sukacita dan rasa syukur memenuhi hati umat Paroki Santo Yosep Lewotobi khususnya Stasi Santo Petrus Lewouran dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Markus Solo Kwuta, SVD. Kepulangan putra daerah Lewouran itu menjadi momen penuh rahmat yang mempertemukan kembali seorang gembala dengan umat dan kampung halamannya.
Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan. Pater Markus didampingi Pastor Paroki Santo Yosep Lewotobi, RD. Moses Watan Boro, Pastor Paroki Watobuku, Pater Robert, SVD, Pater Yohakim, SVD serta diakon dan frater. Turut hadir Wakil Bupati Flores Timur, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Flores Timur, Kepala Desa Persiapan Lewouran, Kepala Desa Lewotobi, wartawan Radio Sonora dan Tribunnews serta umat dari Stasi Lewouran dan berbagai stasi lainnya yang bersama-sama memadati Gereja Santo Petrus Lewouran.

Dalam homilinya, Pater Markus mengajak umat merenungkan Injil hari itu yang menegaskan bahwa apa yang keluar dari hati manusialah yang menentukan kualitas hidupnya. Perkataan, sikap dan tindakan seseorang berawal dari hati. Karena itu hati perlu dijaga agar tetap bersih, dipenuhi kasih dan selalu terbuka terhadap kehendak Allah.
Untuk memperdalam pesan Injil, Pater Markus membagikan pengalaman pelayanannya termasuk kisah ketika mengunjungi Kota Malta. Dari pengalaman tersebut ia mengajak umat untuk belajar melihat dengan hati. Menurutnya mata hanya mampu melihat apa yang tampak di luar sedangkan hati mampu mengenali kasih, kebaikan, dan karya Tuhan yang sering kali tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa Injil mengundang setiap orang untuk semakin peka mendengarkan suara Tuhan. Mendengar bukan sekadar menggunakan telinga, melainkan membuka hati agar sabda Tuhan sungguh meresap, mengubah hidup dan menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan.
Mengutip ajaran Santo Yohanes Paulus II tentang Gereja di Asia, Pater Markus menjelaskan pentingnya membangun dialog hati. Dialog yang lahir dari hati yang tulus akan menghadirkan saling pengertian, persaudaraan, dan damai. Dengan hati yang bersih, setiap orang akan lebih mudah menerima sesama dan semakin dekat dengan Tuhan.
Di akhir homilinya Pater Markus menyampaikan doa dan harapannya bagi seluruh umat. Ia berharap agar umat senantiasa memohon kepada Tuhan hati yang bersih, hati yang bijaksana dan hati yang cerdas untuk semakin mengenal kehendak-Nya sehingga mampu hidup dalam kasih, menjaga persaudaraan dan setia mengikuti Kristus.

Usai Perayaan Ekaristi suasana gereja dipenuhi kehangatan dan sukacita. Umat berbondong-bondong menghampiri Pater Markus untuk bersalaman, menyampaikan ungkapan syukur, berbincang dengan penuh keakraban serta mengabadikan momen melalui foto bersama. Kehadiran putra daerah yang kini mengabdikan hidupnya bagi Gereja menjadi kebanggaan sekaligus sukacita tersendiri bagi seluruh umat.
Perayaan syukur ini bukan sekadar menjadi kesempatan untuk berkumpul dalam doa tetapi juga menjadi peneguhan bahwa benih-benih iman yang telah tumbuh di Lewouran terus menghasilkan buah. Kepulangan Pater Markus menjadi pengingat bahwa panggilan untuk melayani selalu berakar pada kasih kepada Tuhan dan kepada tanah kelahiran.

Dalam suasana doa, syukur dan persaudaraan, umat paroki St. Yosep Lewotobi diajak untuk terus membangun Gereja yang hidup dengan menjaga kemurnian hati, setia mendengarkan sabda Tuhan serta menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Momen penuh rahmat ini akan tetap dikenang sebagai perjumpaan yang menguatkan iman dan mempererat persaudaraan seluruh umat. (Fr. Ichal – Komsos Lewotobi)



