
SEMANGAT GOTONG ROYONG UMAT: Penggantian Atap Seng Gereja Pusat Paroki Santo Yosep Lewotobi Terus Berlangsung
NURABELEN-Paroki Santo Yosep Lewotobi – Selasa, 12/05/2026 – Semangat kebersamaan dan kepedulian umat kembali tampak dalam kegiatan penggantian seng Gereja pusat Paroki Santo Yosep Lewotobi yang berlangsung di Stasi Nurabelen, stasi pusat paroki. Kegiatan ini melibatkan para tukang serta utusan dari Komunitas Basis Gerejani (KBG) 1 sampai 6 yang dengan penuh antusias mengambil bagian dalam pekerjaan bersama demi kenyamanan umat dalam beribadah.

Foto: umat paroki St. Yosep Lewotobi memperbaiki atap seng Gereja Paroki yang karat akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki
Penggantian seng Gereja ini dilakukan akibat dampak erupsi Gunung Gunung Lewotobi Laki-laki yang menyebabkan banyak bagian seng Gereja mengalami karat dan kerusakan. Menyadari kondisi tersebut, Gereja Paroki Santo Yosep Lewotobi akhirnya memperoleh bantuan dana khusus untuk renovasi Gereja pusat. Dana tersebut kemudian digunakan oleh Pastor Paroki, RD. Leonardus Lewokrore, untuk membeli seng baru dan melaksanakan proses penggantian atap Gereja demi menciptakan suasana ibadah yang lebih aman dan nyaman bagi umat.
Pekerjaan penggantian seng berlangsung sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA. Jadwal ini disesuaikan dengan kondisi cuaca yang cukup panas di siang hari, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Para tukang dan utusan KBG tampak bekerja bersama dengan penuh semangat, saling membantu dalam mengangkat seng, membongkar bagian atap yang rusak, hingga memasang seng baru di bagian Gereja yang telah disiapkan.
Kepala tukang dalam pekerjaan ini adalah Ketua Stasi Nurabelen sendiri, Bapak Nius Onan, yang juga dikenal sebagai seorang tukang berpengalaman. Di bawah koordinasinya, pekerjaan berjalan dengan tertib dan lancar. Kehadiran beliau tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga memberi semangat bagi umat yang terlibat dalam kerja bersama tersebut.
Suasana gotong royong sangat terasa selama proses pengerjaan berlangsung. Para utusan dari KBG 1 sampai 6 terlihat antusias dan rela meluangkan waktu serta tenaga demi kepentingan bersama. Bagi mereka, keterlibatan dalam pekerjaan Gereja bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk nyata pelayanan dan cinta terhadap Gereja sebagai rumah bersama umat Allah.
Pekerjaan ini sendiri merupakan putaran ketiga dalam proses penggantian seng Gereja pusat Paroki Santo Yosep Lewotobi. Sebelumnya, pada tanggal 30 April 2026, pekerjaan telah dilaksanakan oleh tukang dan utusan dari KBG 1 sampai 6. Kemudian dilanjutkan lagi pada tanggal 1 Mei 2026 oleh tukang dan utusan dari KBG 7 sampai 12. Rencananya, pekerjaan lanjutan juga akan kembali dilakukan esok hari bersama para utusan dan tukang dari KBG 7 sampai 12 agar seluruh bagian Gereja dapat diselesaikan secara bertahap.
Pekerjaan biasanya berlangsung dari pagi hingga siang hari, kemudian para pekerja beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kembali pekerjaan pada sore hari sekitar pukul 15.30 WITA hingga selesai. Pola kerja seperti ini dilakukan agar para pekerja tetap dapat menjaga kondisi fisik di tengah cuaca yang cukup terik.
Salah seorang umat yang turut terlibat yakni Bapak Anis Kolin, mengungkapkan rasa syukurnya karena umat bisa bekerja bersama memperbaiki Gereja pusat paroki. Menurutnya, pekerjaan ini menjadi tanda bahwa semangat persaudaraan umat tetap hidup meskipun masyarakat masih menghadapi berbagai dampak akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Melalui kegiatan ini, semangat persatuan, gotong royong, dan pelayanan umat semakin terlihat nyata dalam kehidupan menggereja. Penggantian seng Gereja bukan hanya tentang memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi tanda kepedulian bersama dalam menjaga rumah Tuhan agar tetap menjadi tempat yang layak, nyaman, dan penuh sukacita bagi seluruh umat yang datang beribadah.
Dengan semangat pelayanan dan kerja sama yang terus terpelihara, umat Paroki Santo Yosep Lewotobi menunjukkan bahwa dalam kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi bersama, dan setiap pekerjaan besar dapat diselesaikan dengan hati yang penuh kasih dan pengorbanan. (Komsos Lewotobi)


