
DPP Paroki Santo Yosep Lewotobi Gelar Pleno Evaluasi Tengah Tahun 2026, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi sebagai Ekspresi Iman
Lewotobi, 13 Juni 2026 – Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yosep Lewotobi menggelar Pleno Evaluasi Tengah Tahun Program Pastoral 2026 pada Sabtu (13/6/2026). Pertemuan yang berlangsung di pusat Paroki Santo Yosep Lewotobi ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program paroki selama enam bulan pertama tahun 2026 sekaligus memperkuat implementasi program prioritas Keuskupan Larantuka, yakni Pemberdayaan Ekonomi sebagai Ekspresi Iman.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pastor Paroki Santo Yosep Lewotobi, Rm. Moses Atasoge, Frater Top, pengurus Dewan Harian DPP, para pengurus seksi-seksi paroki, serta para kepala desa dalam wilayah paroki, yakni Kepala Desa Nobo, Kepala Desa Nurabelen, Kepala Desa Riangrita, dan Kepala Desa Lewotobi.
Dalam arahannya, Pastor Paroki Santo Yosep Lewotobi, Rm. Moses Atasoge, menegaskan pentingnya evaluasi sebagai bagian dari siklus pengelolaan organisasi yang sehat.
“Kita sudah melewati proses penyusunan program, pelaksanaan, dan monitoring dalam setengah tahun ini. Saya baru datang setelah program kita berjalan selama setengah tahun. Maka saya mengajak kita semua untuk melakukan evaluasi atas program kita. Kegiatan evaluasi sebuah program adalah cara untuk memastikan agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Semuanya ini untuk memastikan supaya Gereja sebagai sebuah organisasi tetap sehat,” ungkap Rm. Moses.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk memberi perhatian khusus pada pembangunan solidaritas umat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus di lingkungan paroki.
“Saya juga ingin mengajak semua kita untuk memaknai gerakan solidaritas antarumat bagi mereka yang mempunyai kebutuhan khusus dalam paroki ini. Saya minta supaya semua dewan stasi mendata semua umat yang berkebutuhan khusus di stasinya masing-masing agar gerakan solidaritas ini dapat kita bangun tepat sasaran,” tegasnya.
Dampak Program Pemberdayaan Ekonomi Mulai Terlihat
Dalam sesi evaluasi, peserta menyoroti berbagai capaian program yang berkaitan dengan tema Keuskupan Larantuka tentang Pemberdayaan Ekonomi sebagai Ekspresi Iman. Salah satu program yang dinilai memberikan dampak positif adalah Sosialisasi Manajemen Ekonomi Rumah Tangga yang telah dilaksanakan di sejumlah stasi.
Program ini mulai membentuk kebiasaan baru dalam pengelolaan keuangan keluarga. Banyak keluarga mulai menerapkan pencatatan pengeluaran rumah tangga melalui daftar belanja sebelum membeli kebutuhan harian, sehingga pengeluaran menjadi lebih terencana dan terkendali.
Selain itu, gerakan menabung juga semakin berkembang melalui berbagai lembaga ekonomi umat seperti CU Sinar Saron, SILK, dan koperasi-koperasi yang ada di wilayah paroki. Kesadaran umat untuk menyisihkan sebagian pendapatan bagi tabungan, pendidikan anak, serta kebutuhan masa depan dinilai semakin meningkat.
Dorongan bagi Pastoral Sekolah
Pertemuan juga menyoroti pentingnya penguatan pelayanan pastoral di lingkungan sekolah. Peserta pleno menilai bahwa pembinaan iman bagi generasi muda perlu mendapat perhatian lebih besar melalui berbagai kegiatan pastoral sekolah.

Beberapa program yang diusulkan antara lain penyelenggaraan Misa Sekolah secara berkala, pembinaan rohani bagi peserta didik, serta kegiatan rekoleksi dan retret bagi siswa maupun para guru. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda Katolik di wilayah Paroki Santo Yosep Lewotobi.
Evaluasi Keuangan Paroki
Selain mengevaluasi pelaksanaan program pastoral, pleno juga mendengarkan laporan keuangan paroki sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya Gereja. Laporan tersebut menjadi bahan refleksi bersama untuk memastikan bahwa seluruh program pastoral dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Menuju Surat Keputusan Bersama Penyederhanaan Pesta
Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus dalam pleno adalah pembahasan Gerakan Penyederhanaan Perayaan Pesta. Program ini dipandang sebagai salah satu bentuk konkret implementasi tema pemberdayaan ekonomi umat sekaligus respons terhadap kondisi sosial masyarakat yang masih terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Peserta pleno menyepakati perlunya penyusunan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Gereja dan Pemerintah Desa di wilayah Paroki Santo Yosep Lewotobi. Keputusan tersebut akan merujuk pada semangat Program Keuskupan Larantuka tentang Pemberdayaan Ekonomi sebagai Ekspresi Iman serta mempertimbangkan kondisi khusus masyarakat yang berada dalam kawasan terdampak bencana erupsi.
Melalui kebijakan ini, umat diharapkan semakin mengutamakan makna iman, syukur, dan solidaritas daripada kemewahan dalam berbagai perayaan, baik pesta sakramen, pesta adat, ulang tahun, maupun bentuk syukuran lainnya.

Pleno Evaluasi Tengah Tahun ini menjadi momentum penting bagi Paroki Santo Yosep Lewotobi untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Gereja yang semakin mandiri, solider, dan berdaya secara ekonomi, sekaligus tetap peka terhadap kebutuhan nyata umat di tengah berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini. (ASO – Komsos Lewotobi)



