
LEGIONER PAROKI LEWOTOBI IKUTI PERTEMUAN TAHUNAN KOMISIUM REINHA ROSARI LARANTUKA, PERKUAT SPIRITUALITAS DAN SEMANGAT KERASULAN
LARANTUKA – Semangat iman, persaudaraan, dan pengabdian kepada Bunda Maria mewarnai keikutsertaan para anggota Legio Maria dari Kuria Maria Bunda Imaculata Paroki Santo Yosep Lewotobi dalam Pertemuan Tahunan Komisium Reinha Rosari Larantuka yang berlangsung di Aula Rumah Unio Patris Corde Keuskupan Larantuka, Sabtu-Minggu (20-21/6/2026).

Sebanyak 10 legioner dari berbagai presidium di bawah naungan Kuria Maria Bunda Imaculata Lewotobi ambil bagian dalam kegiatan tahunan tersebut. Mereka didampingi Fr. Ical, Frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) yang turut berperan sebagai moderator dalam sejumlah sesi pertemuan, sehingga total utusan dari Paroki Santo Yosep Lewotobi berjumlah 11 orang.
Peserta dari Paroki Lewotobi merupakan perwakilan dari presidium di setiap stasi dalam wilayah paroki. Stasi Nobo diwakili dua anggota dari Presidium Bunda Allah dan Bunda Tak Bercela, sementara Stasi Nurabelen mengutus satu anggota dari Presidium Bunda Pencinta Damai. Dari Stasi Riangbunga hadir satu anggota Presidium Bunda Pengantaran Rahmat. Stasi Lewotobi mengirim lima legioner yang berasal dari Presidium Hati Kudus Lewotobi dan Presidium Bunda Hati Termurni Lewotobi. Adapun Stasi Lewouran diwakili satu anggota Presidium Bunda Pembantu Abadi. Seluruh peserta berada dalam koordinasi Kuria Maria Bunda Imaculata Lewotobi yang dipimpin oleh Ibu Sesilia Banung Leba.
Dengan penuh antusias, rombongan berangkat dari Paroki Santo Yosef Lewotobi sejak pukul 05.00 WITA menuju Larantuka. Perjalanan panjang tidak mengurangi semangat mereka untuk mengikuti kegiatan yang menjadi sarana pembinaan iman, evaluasi pelayanan, dan penguatan semangat kerasulan Legio Maria.

Setibanya di lokasi, para peserta bergabung bersama sekitar 300 legioner dari berbagai kuria dan presidium yang tergabung dalam Komisium Reinha Rosari Larantuka. Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Adeodatus Hendrikus Leni.
Dalam homilinya, RD. Adeodatus mengajak seluruh legioner untuk menyerahkan segala kecemasan dan kekhawatiran hidup kepada Tuhan serta semakin mengandalkan penyelenggaraan Ilahi dalam setiap tugas pelayanan.
“Seorang legioner dipanggil untuk menjadi pembawa harapan di tengah dunia yang sering diliputi ketidakpastian. Karena itu, tetaplah teguh dalam iman, setia dalam doa, dan hadir sebagai penghibur bagi mereka yang mengalami kesulitan hidup,” pesannya.

Usai Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai sesi pembinaan rohani dan kerasulan. Materi pertama bertema “Spiritualitas Legio Maria” disampaikan oleh RD. Adeodatus Hendrikus Leni. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya kehidupan doa, kerendahan hati, kesetiaan kepada Gereja, dan semangat pelayanan sebagai fondasi utama kehidupan seorang legioner.
Materi berikutnya dibawakan oleh RD. Bernardus Belawa Wara dengan tema “Keluarga Legio Maria yang Beriman, Semakin Kuat dan Berakar dalam Yesus serta Mengekspresikan Iman dalam Komunitas.” Melalui sesi ini, para peserta diajak membangun keluarga yang berakar kuat dalam Kristus sehingga mampu menjadi saksi iman yang hidup di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sr. Ernesta PRR memberikan sosialisasi mengenai Alkitab Terjemahan Baru. Para legioner diajak untuk semakin mencintai dan mendalami Sabda Allah sebagai sumber kekuatan dalam kehidupan rohani maupun karya kerasulan. Pada sesi ini, Frater TOP dari Paroki Santo Yosep Lewotobi bertugas sebagai moderator.
Pembinaan ditutup dengan materi yang disampaikan oleh Rm Ancis Kwaelaga, Sekretaris dan Kanselir Keuskupan Larantuka bertema “Spiritualitas Maria dalam Nilai-Nilai Budaya Lamaholot.” Materi tersebut mengajak peserta melihat kekayaan budaya lokal sebagai sarana untuk semakin menghayati teladan Bunda Maria dalam kehidupan beriman. Fr. Ical kembali dipercaya memandu jalannya diskusi dan sesi tanya jawab.
Selain mengikuti berbagai materi, para legioner juga terlibat dalam dinamika kelompok yang menjadi ruang berbagi pengalaman pelayanan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kerja sama antar anggota Legio Maria dari berbagai wilayah. Menjelang akhir kegiatan hari pertama, para peserta mengikuti sesi refleksi dan renungan yang dipandu oleh RD. Emanuel Buga Hurint sebagai kesempatan untuk memperbarui komitmen pelayanan mereka di bawah perlindungan Bunda Maria.
Bagi para legioner dari Kuria Maria Bunda Imaculata Lewotobi, pertemuan tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam spiritualitas, memperluas wawasan pelayanan, dan memperoleh semangat baru dalam menjalankan karya kerasulan di tengah umat.




Dalam kesempatan ini, ketua Kuria Maria Bunda Imaculata Lewotobi, Ibu Sesilia Banung Leba, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama para legioner dari Paroki Santo Yosep Lewotobi.
“Kami merasa sangat bersyukur karena memperoleh banyak peneguhan melalui Perayaan Ekaristi, materi pembinaan, dan perjumpaan dengan sesama legioner dari berbagai wilayah. Semua ini menjadi bekal berharga untuk semakin setia melayani Tuhan melalui Legio Maria,” ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak umat Paroki Santo Yosep Lewotobi yang tergerak untuk bergabung dalam Legio Maria sebagai wadah pembinaan iman dan pelayanan Gereja.
“Semoga umat semakin mengenal dan mencintai Legio Maria. Kami mengajak kaum bapak, kaum ibu, orang muda, dan seluruh umat yang terpanggil untuk bergabung menjadi laskar-laskar Maria yang setia. Dengan semangat Bunda Maria, kita bersama-sama membantu Gereja dalam mengembangkan iman umat, memperkuat kehidupan doa, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan Komisium Reinha Rosari Larantuka berlanjut pada Minggu (21/6/2026) dengan Perayaan Ekaristi Perutusan yang dipimpin Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti sesi tatap muka bersama Bapa Uskup untuk menerima arahan pastoral dan peneguhan bagi karya kerasulan Legio Maria di masa mendatang.
Melalui pertemuan tahunan ini, para legioner diharapkan kembali ke wilayah pelayanan masing-masing dengan iman yang semakin matang, hati yang diteguhkan, serta semangat yang terus menyala untuk menjadi pembawa harapan, penabur damai, dan saksi kasih Kristus serta Bunda Maria di tengah kehidupan umat dan masyarakat. (Fr. Ical – Komsos Lewotobi)



