
Renungan Senin, 15 Juni 2026: “Janganlah Kamu Melawan Orang yang Berbuat Jahat Kepadamu”
Bacaan 1Raja-Raja 21:17-29 dan Matius 5:43-48
Bapa-ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan. Hari ini kedua bacaan berbicara kepada kita tentang dua cara hidup yang sangat berbeda: jalan kasih yang diajarkan Yesus dan jalan keserakahan yang ditunjukkan Ahab dan Izebel. Dalam Injil, Yesus mengajak para murid untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bukan karena murid-murid harus menjadi lemah, tetapi karena kasih memiliki kekuatan yang lebih besar daripada dendam. Membalas kejahatan hanya akan memperpanjang rantai kebencian, sedangkan kasih mampu memutusnya. Yesus menghendaki agar hati kita tidak dikuasai amarah, melainkan dipenuhi kerendahan hati, kesabaran, dan kemurahan. Dengan demikian, kita menjadi tanda hadirnya Kerajaan Allah di tengah dunia yang sering dipenuhi pertengkaran dan balas dendam.
Sebaliknya, bacaan pertama memperlihatkan bagaimana keserakahan dapat membutakan hati manusia. Ahab menginginkan kebun anggur Nabot, dan ketika keinginannya tidak terpenuhi, Izebel menggunakan kebohongan dan ketidakadilan untuk merampasnya. Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketika hati dikuasai oleh keinginan yang tidak terkendali, orang dapat mengorbankan kebenaran, keadilan, bahkan kehidupan sesamanya. Jika Injil mengajak kita untuk memberi, maka Ahab dan Izebel justru ingin mengambil; jika Yesus mengajarkan kasih, mereka memilih ketamakan. Karena itu, Sabda Tuhan hari ini mengundang kita untuk memeriksa hati: apakah kita lebih sering membangun kasih atau memelihara keinginan yang merugikan orang lain? Hanya hati yang dipenuhi kasih Kristus yang mampu mengalahkan egoisme dan menghadirkan damai bagi sesama.
Untuk direnungkan: Apakah saya masih menyimpan keinginan untuk membalas orang yang telah menyakiti saya? Apakah saya mampu bersyukur atas apa yang saya miliki, atau justru sering menginginkan milik orang lain sehingga kehilangan damai dalam hati?
Semoga kita semakin mampu mengalahkan kejahatan dengan kasih, mengalahkan keserakahan dengan rasa syukur, dan mengalahkan kebencian dengan pengampunan, sehingga melalui hidup kita, orang lain dapat melihat wajah Kristus yang penuh kasih dan kerahiman.



