
Semangat Baru di Usia 64 Tahun, SDK Nurabelen Ajak Warga Sekolah Berani Bermimpi
Nurabelen – SDK Nurabelen mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan cara yang istimewa. Sabtu (1/8), sekolah ini merayakan pembukaan tahun ajaran baru yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64. Perayaan berlangsung meriah dan penuh rasa syukur, diawali dengan Perayaan Ekaristi di ruang sekolah SDK Nurabelen pada pukul 09.00 – 11.00 WITA.

Misa syukur dipimpin oleh RD Moses Watan Boro, Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi. Hadir dalam perayaan tersebut Diakon Romanus Tubo Ola, Frater Ichal, para guru, pegawai sekolah, orang tua siswa, para undangan, serta seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Dalam homilinya, Diakon Romanus mengajak seluruh warga sekolah meneladani keberanian Santo Yohanes Pembaptis yang tetap setia memperjuangkan kebenaran, sekalipun harus menghadapi risiko besar.
“Santo Yohanes Pembaptis berani menegur Raja Herodes karena mengambil Herodias, istri saudaranya. Meskipun nyawanya menjadi taruhan, ia tidak pernah takut menyampaikan kebenaran,” ungkapnya.
Ia mengajak para siswa untuk menunjukkan keberanian melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti rajin belajar, membantu orang tua, menaati guru, tidak berbuat nakal, dan selalu berkata jujur. Sementara kepada para guru, ia berpesan agar terus menjadi teladan dalam bersikap, bertutur kata, dan menjalankan tugas sebagai pendidik yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.

Momentum syukur itu juga menjadi istimewa karena SDK Nurabelen genap berusia 64 tahun. Kepala SDK Nurabelen, Titus Toda Temu, mengatakan bahwa usia tersebut menjadi kesempatan untuk menatap masa depan dengan optimisme melalui tema “Berani Bermimpi Demi Meraih Masa Depan.”
Menurutnya, mimpi adalah awal dari setiap keberhasilan. Karena itu, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk berani memiliki cita-cita besar dan bekerja keras mewujudkannya.
“Anak-anak harus berani bermimpi menjadi orang yang sukses sesuai cita-citanya. Guru-guru juga harus berani bermimpi membangun sekolah ini menjadi lebih baik, sementara orang tua terus mendukung pendidikan anak-anak dan perkembangan sekolah,” katanya.

Titus juga mengenang perjalanan SDK Nurabelen yang penuh perjuangan. Dahulu, lingkungan sekolah dipenuhi batu cadas dan tampak gersang. Namun, berkat kerja keras para guru dan kebersamaan seluruh warga sekolah, kawasan itu kini berubah menjadi hijau dan asri.
“Dulu sekolah ini sangat gersang karena banyak batu cadas. Para guru memahat batu cadas, menanam pohon dan bunga, hingga sekolah ini menjadi hijau seperti sekarang,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh orang tua untuk terus membangun kerja sama dengan sekolah, terutama dalam mendukung pembangunan gedung aula yang sedang dikerjakan. Menurutnya, mimpi besar hanya dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong.
Senada dengan itu, RD Moses Watan Boro mendorong para siswa agar memiliki cita-cita yang tinggi. Ia berharap lahir generasi baru dari SDK Nurabelen yang kelak menjadi pastor, suster, guru, dokter, polisi, tentara, maupun profesi lainnya yang berguna bagi masyarakat.
“SDK Nurabelen sudah melahirkan banyak orang yang sukses. Semoga anak-anak yang belajar hari ini juga memiliki mimpi besar, mau bekerja keras, dan kelak menjadi pribadi yang berguna bagi Gereja, bangsa, dan daerah ini,” tuturnya.
Romo Moses juga berharap sekolah terus meningkatkan prestasi, tidak hanya di tingkat gugus dan kecamatan, tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.





Usai misa, seluruh peserta mengikuti acara resepsi yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan semakin terasa saat seluruh warga sekolah menikmati makan bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang SDK Nurabelen selama 64 tahun.
Kemeriahan perayaan ditutup dengan berbagai penampilan seni dari para siswa. Puisi, lawak, tarian, dan lagu-lagu yang dibawakan di atas panggung sukses menghibur para tamu undangan dan orang tua yang hadir. Gelak tawa, tepuk tangan, dan wajah-wajah bahagia menjadi penanda bahwa perayaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan seluruh keluarga besar SDK Nurabelen.
Memasuki usia ke-64, SDK Nurabelen meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi sekolah yang melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, dan berani bermimpi. Dengan semangat kebersamaan, sekolah berharap setiap mimpi yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi prestasi dan masa depan yang membanggakan. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



