
Relikwi Santo Petrus Rasul dari Vatikan Tiba di Lewouran, Umat Rayakan Peristiwa Bersejarah dalam Ekaristi Syukur
Lewouran, Flores Timur, 5 Agustus 2026 – Sukacita dan rasa syukur menyelimuti umat Stasi Santo Petrus Lewouran, Paroki Santo Yosef Lewotobi, Keuskupan Larantuka, saat menerima dua Barang Kudus yang dikirim langsung dari Vatikan, yakni Batu Bata dari Pintu Kudus Basilika Santo Petrus dan Relikwi Tanah Makam Santo Petrus Rasul. Penyerahan kedua benda suci tersebut berlangsung dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Petrus Lewouran yang dipimpin oleh P. Markus Solo Kewuta, SVD.

Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh Rm. Moses Watan Boro, Pr, Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, Diakon Romanus Tubo Ola, para frater, tokoh umat, serta ratusan umat beriman yang memadati gereja. Momen ini menjadi peristiwa bersejarah, karena untuk pertama kalinya Stasi Santo Petrus Lewouran menerima relikwi yang berasal dari kawasan makam Rasul Petrus di Vatikan.
Dalam homilinya, Pater Markus Solo Kewuta mengajak umat untuk semakin mengenal dan meneladani Santo Petrus Rasul sebagai murid yang dipanggil langsung oleh Yesus Kristus. Ia mengisahkan perjalanan hidup Petrus, seorang nelayan sederhana yang dipilih menjadi pemimpin para rasul, mengalami jatuh bangun dalam imannya, tetapi akhirnya bertobat dan menunjukkan kesetiaan yang luar biasa kepada Kristus hingga mengakhiri hidupnya sebagai martir melalui penyaliban di Roma.
“Kesetiaan Santo Petrus bukan lahir karena ia tidak pernah gagal, melainkan karena ia selalu kembali kepada Tuhan. Itulah yang menjadikan Petrus sebagai batu karang Gereja,” ungkap Pater Markus dalam homilinya.
Selain mengulas kehidupan Santo Petrus, Pater Markus menjelaskan asal-usul kedua Barang Kudus yang dibawanya dari Vatikan.
Ia menerangkan bahwa Batu Bata dari Pintu Kudus Basilika Santo Petrus merupakan bagian dari Pintu Suci Basilika Santo Petrus yang dipasang setelah penutupan Yubileum Luar Biasa Kerahiman 2015–2016 dan kemudian dilepas pada pembukaan Tahun Yubileum Biasa 2025 oleh Paus Fransiskus. Berdasarkan surat resmi dari Vikariat Kota Vatikan, batu bata tersebut dipersembahkan sebagai tanda nyata persekutuan dengan Paus, penerus Rasul Petrus, sekaligus sebagai partisipasi dalam rahmat rohani Tahun Yubileum.
Sementara itu, Relikwi Tanah Makam Santo Petrus Rasul merupakan tanah yang diambil dari kawasan Campus Petri di Nekropolis Vatikan, dekat makam Santo Petrus Rasul yang dihormati. Tanah tersebut disegel secara resmi oleh Fabbrica di San Pietro dan disertai surat kesaksian yang menyatakan keaslian relikwi tersebut. Dalam surat balasan dari Vatikan disebutkan bahwa relikwi ini dikirim sebagai tanda kedekatan Basilika Santo Petrus dengan Gereja Santo Petrus Lewouran serta sebagai sarana penghormatan kepada Santo Petrus Rasul.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima
Usai Perayaan Ekaristi, dilaksanakan pembacaan sekaligus penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang-Barang Kudus.
Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa P. Markus Solo Kewuta, SVD secara resmi menyerahkan Batu Bata dari Pintu Kudus Basilika Santo Petrus Vatikan dan Relikwi Tanah Makam Santo Petrus Rasul kepada Pemimpin dan Umat Stasi Santo Petrus Lewouran. Penyerahan itu disaksikan oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, Rm. Moses Watan Boro, Pr, bersama seluruh umat yang hadir.
Berita acara tersebut juga memuat kesepakatan bahwa kedua Barang Kudus menjadi sarana penghormatan kepada Santo Petrus Rasul dan terbuka bagi umat yang hendak berziarah, baik dari wilayah Stasi Lewouran maupun dari berbagai daerah lainnya. Pengelolaan dan administrasi Barang-Barang Kudus berada di bawah tanggung jawab Stasi Santo Petrus Lewouran, sedangkan pengawasan dilakukan oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi bersama Keuskupan Larantuka. Sebagai bentuk legalitas, Keuskupan Larantuka dan Paroki Santo Yosef Lewotobi masing-masing menerima duplikat sertifikat dan dokumen resmi yang menyatakan keaslian kedua Barang Kudus tersebut.
Menjadi Berkat bagi Lewotobi dan Keuskupan Larantuka
Dalam sambutannya, Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, Rm. Moses Watan Boro, Pr, mengungkapkan rasa syukur atas anugerah besar yang diterima umat di wilayah parokinya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pater Markus Solo Kewuta yang telah membawa berkat dari Vatikan bagi masyarakat Lewouran.
“Kami bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang luar biasa ini. Kehadiran Barang-Barang Kudus ini menjadi tanda kasih Tuhan bagi umat di Paroki Santo Yosef Lewotobi. Terima kasih kepada Pater Markus Solo Kewuta yang telah menghadirkan berkat dari Vatikan bagi Lewo Tanah,” ujarnya.
Menurut Pastor Moses, kehadiran kedua Barang Kudus tersebut diharapkan menjadi sumber pembaruan iman bagi seluruh umat.
“Semoga relikwi ini menghadirkan semangat baru dalam kehidupan iman umat, khususnya di Stasi Santo Petrus Lewouran dan seluruh Paroki Santo Yosef Lewotobi. Kami juga berharap tempat ini menjadi tujuan ziarah bagi umat Katolik dari berbagai wilayah Keuskupan Larantuka maupun dari luar keuskupan, sehingga semakin banyak orang memperoleh kekuatan iman melalui teladan Santo Petrus Rasul,” katanya.


Sebuah Legasi untuk Kampung Halaman
Sementara itu, Pater Markus Solo Kewuta mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat mempersembahkan kedua Barang Kudus tersebut kepada kampung halamannya.
Menurut imam Serikat Sabda Allah (SVD) yang masih aktif berkarya membantu pelayanan Bapa Suci Paus di Kota Vatikan itu, penyerahan relikwi tersebut merupakan salah satu bentuk syukur atas perjalanan panggilannya.
“Saya sangat bersukacita karena Tuhan mengizinkan saya membawa berkat ini pulang ke kampung halaman. Saya berharap Barang-Barang Kudus ini menjadi warisan iman yang terus menghidupi generasi demi generasi umat di Lewouran. Bagi saya, inilah sebuah legasi yang dapat saya persembahkan setelah mendapat kesempatan melayani di Kota Vatikan,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran Batu Bata dari Pintu Kudus Basilika Santo Petrus dan Relikwi Tanah Makam Santo Petrus Rasul semakin mempererat persekutuan umat dengan Gereja Universal, sekaligus menumbuhkan semangat untuk meneladani iman, keberanian, dan kesetiaan Santo Petrus Rasul.



Perayaan Ekaristi yang ditutup dengan penghormatan kepada kedua Barang Kudus tersebut menandai sebuah babak baru dalam perjalanan iman Stasi Santo Petrus Lewouran. Dengan diterimanya relikwi dan Batu Bata Pintu Kudus dari Vatikan, gereja yang menjadi pelindung Santo Petrus Rasul itu diharapkan berkembang sebagai pusat devosi dan ziarah yang memperkaya kehidupan rohani umat, tidak hanya di Paroki Santo Yosef Lewotobi, tetapi juga di Keuskupan Larantuka dan Gereja Katolik di Indonesia. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



