
Di Tengah Derita Erupsi, Umat Paroki Santo Yosef Lewotobi Berbagi Kasih untuk Korban Gempa Flores
Lewotobi, 21 September 2026 — Di tengah situasi sulit yang masih mereka alami akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, umat Paroki Santo Yosef Lewotobi menunjukkan bahwa penderitaan tidak selalu membuat seseorang menutup diri. Sebaliknya, pengalaman akan penderitaan justru menggerakkan hati untuk merasakan dan meringankan penderitaan sesama.
Semangat itulah yang tampak dalam aksi bela rasa dan solidaritas kemanusiaan yang digerakkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosef Lewotobi bagi para korban gempa bumi Flores, khususnya masyarakat di Pulau Palue.

Kegiatan pengumpulan bantuan ini menjadi bagian dari prosesi ziarah Salib OMK dari stasi ke stasi. Dalam perjalanan tersebut, para OMK mengajak umat untuk berbagi dengan mengumpulkan donasi dari rumah ke rumah.
Bantuan yang terkumpul berupa berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, Sarimi, gula, kopi, serta bahan makanan lainnya. Umat juga menyumbangkan berbagai perlengkapan kebersihan, antara lain sabun mandi, deterjen (Rinso), pasta gigi, sikat gigi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain bantuan dalam bentuk barang, umat juga memberikan donasi berupa uang tunai.
Semangat berbagi ini menjadi kesaksian bahwa solidaritas tidak selalu lahir dari kelimpahan. Justru dari tengah keterbatasan, kasih kepada sesama dapat menemukan bentuknya yang nyata.
Dari Lewotobi untuk Saudara yang Menderita
Setelah seluruh bantuan terkumpul dari setiap stasi, pada Senin, 21 September, utusan OMK dari setiap stasi bersama Ketua Dewan Paroki, Lukas Fernandez dan Diakon Romanus Tubo Ola berangkat membawa seluruh hasil donasi menuju Posko Caritas Keuskupan Maumere.

Rombongan dilepas langsung oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, Rm. Moses Watan Boro. Dalam pesannya, Rm. Moses mengingatkan para utusan agar perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk membawa tanda kasih dari umat Paroki Santo Yosef Lewotobi kepada saudara-saudari yang sedang mengalami penderitaan akibat bencana gempa bumi.
Meskipun umat Paroki Santo Yosef Lewotobi sendiri masih berada dalam situasi sulit karena dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, mereka tidak menutup mata terhadap penderitaan yang dialami saudara-saudari di tempat lain.
“Bawalah tanda kasih dari umat Paroki Lewotobi ini bagi mereka yang sedang menderita akibat gempa Flores,” demikian pesan yang disampaikan Rm. Moses sebelum rombongan berangkat.
Pesan tersebut menjadi peneguhan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah maupun situasi. Ketika satu bagian dari keluarga besar masyarakat Flores mengalami penderitaan, bagian yang lain dipanggil untuk hadir dan berbagi.



Rombongan berangkat dari Pastoran Nurabelen sekitar pukul 09.00 dan bergerak menuju Posko Caritas Keuskupan Maumere yang berlokasi di kompleks Puspas Maumere.
Disambut Caritas Keuskupan Maumere
Setibanya di Posko Caritas, rombongan OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi disambut oleh Ketua PSE – Caritas Keuskupan Maumere, Rm. Kristo Lodo, bersama tim Caritas.



Penyerahan bantuan berupa barang dan dana dilakukan secara langsung oleh Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yosef Lewotobi, Bapak Lukas Fernandez, kepada perwakilan Caritas Keuskupan Maumere.
Dalam kesempatan tersebut, Rm. Kristo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pastor Paroki, OMK, serta seluruh umat Paroki Santo Yosef Lewotobi yang telah mengambil bagian dalam gerakan solidaritas tersebut.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan kepada para korban gempa, khususnya masyarakat yang berada di Pulau Palue.
“Terima kasih kepada Pastor Paroki bersama seluruh umat Paroki Lewotobi yang sudah mau berbelarasa bagi para korban gempa Flores, terutama saudara-saudari kita yang ada di Pulau Palue,” ungkap Rm. Kristoforus.
Menurutnya, salah satu kebutuhan mendesak yang kini dirasakan oleh masyarakat di Palue adalah air bersih. Karena itu, bantuan yang diterima akan diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Dana yang terkumpul dari umat Paroki Santo Yosef Lewotobi, lanjutnya, akan dimanfaatkan untuk membeli tandon air yang dapat digunakan sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat yang membutuhkan.
Belarasa yang Mengalir dari Pengalaman Penderitaan
Aksi kemanusiaan umat Paroki Santo Yosef Lewotobi menjadi sebuah kesaksian sederhana namun kuat tentang makna belarasa. Umat yang sendiri masih berjuang menghadapi dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki memilih untuk tidak hanya memikirkan penderitaan mereka sendiri.
Melalui OMK, semangat berbagi itu diwujudkan dalam tindakan nyata: mengetuk pintu rumah umat, mengumpulkan bahan makanan, perlengkapan kebersihan, dan dana, kemudian membawanya kepada mereka yang membutuhkan.


Gerakan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Gereja hadir bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan kasih yang konkret. Ziarah Salib yang dilakukan OMK dari stasi ke stasi akhirnya tidak hanya menjadi perjalanan rohani, tetapi juga menjadi perjalanan solidaritas—membawa kasih dari satu komunitas kepada komunitas lainnya.
Di penghujung aksi ini, umat Paroki Santo Yosef Lewotobi menyampaikan doa bagi seluruh korban gempa Flores, khususnya masyarakat Pulau Palue.
Semoga mereka yang sedang berada dalam situasi sulit segera mendapatkan pertolongan, kebutuhan mereka tercukupi, dan seluruh masyarakat yang terdampak bencana diberi kekuatan serta perlindungan untuk keluar dari situasi bahaya.
Dari Lewotobi yang sedang berjuang menghadapi erupsi, sebuah pesan kasih dikirimkan kepada saudara-saudari yang sedang menderita:
“Kami mungkin juga sedang dalam penderitaan, tetapi kami tidak melupakan penderitaanmu. Kami hadir, kami berbagi, dan kami mendoakanmu.” (ASO – KOMSOS Lewotobi)



