
Umat Stasi Riangkaha Buka Bulan Rosario dengan Novena Permohonan di Gua Maria Wai Timu
RIANGKAHA, Kamis, 1 Oktober 2026 — Suasana iman dan kebersamaan menyelimuti Stasi Riangkaha, Paroki Santo Yosef Lewotobi, ketika umat Katolik setempat secara resmi membuka Bulan Rosario Suci dengan tradisi Novena Permohonan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Rangkaian pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita itu diawali dari Rumah Tuan Tanah Suku Kedang. Seluruh KBG di Stasi Riangkaha datang membawa Panji Bunda Maria dari lingkungan masing-masing untuk berkumpul bersama di rumah tuan tanah.

Kehadiran umat dari berbagai KBG menjadi gambaran nyata tentang persatuan dan kebersamaan sebagai satu keluarga besar. Di Rumah Tuan Tanah, umat bersama-sama memanjatkan doa sebagai tanda dimulainya perjalanan iman selama Bulan Rosario.
Bagi umat Riangkaha, perjumpaan di rumah tuan tanah bukan sekadar bagian dari rangkaian seremoni. Momen tersebut juga menjadi ungkapan iman dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam keyakinan umat, para leluhur yang telah berpulang bersama Bunda Maria tetap hadir dalam persekutuan iman dan turut mendoakan anak cucu mereka.
Panji Bunda Maria Diarak Menuju Gua Maria Wai Timu
Usai doa bersama, seluruh Panji Bunda Maria kemudian diarak bersama menuju Gua Maria Wai Timu, tempat umat akan melangsungkan Doa Rosario dan Novena Permohonan selama sembilan malam berturut-turut.

Prosesi berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Umat dari berbagai kelompok suku dan KBG berjalan bersama mengantar Panji Bunda Maria menuju tempat doa. Kebersamaan tersebut memperlihatkan kuatnya semangat umat dalam menjaga tradisi iman sekaligus menghidupkan kembali doa bersama di tengah keluarga dan komunitas.
Selama sembilan malam, pelaksanaan Novena akan ditanggung secara bergilir oleh kelompok-kelompok suku yang ada di Riangkaha. Dengan demikian, setiap kelompok mendapat kesempatan untuk mengambil bagian secara aktif dalam perjalanan doa bersama tersebut.
Gua Maria Wai Timu pun selama sembilan malam ke depan akan menjadi tempat perjumpaan umat dalam doa—tempat keluarga-keluarga datang membawa harapan, pergumulan, syukur, serta permohonan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Ditutup dengan Misa dan Perarakan Bunda Maria
Rangkaian Novena Permohonan akan mencapai puncaknya pada Jumat, 9 Oktober 2026, dengan Perayaan Ekaristi yang akan dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, RD. Moses Watan Boro.
Setelah perayaan Ekaristi, umat akan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan perarakan Patung Bunda Maria menuju Lingkungan 1, yang mencakup KBG Maria Reinha Rosari dan KBG Ratu Damai.
Perarakan tersebut menjadi simbol bahwa Bunda Maria tidak hanya hadir di tempat-tempat doa, tetapi juga hadir dan tinggal di tengah keluarga-keluarga umat. Kehadiran Maria di tengah keluarga diharapkan menjadi sumber kekuatan bagi setiap rumah tangga untuk terus membangun kehidupan iman, kasih, persaudaraan, dan doa.
Merawat Warisan Iman Leluhur
Novena Permohonan di Stasi Riangkaha memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kegiatan devosional tahunan. Tradisi ini merupakan warisan iman leluhur yang telah berlangsung turun-temurun dan hingga kini terus dijaga oleh umat.
Tradisi tersebut tidak dapat dipisahkan dari kisah masa lalu Riangkaha. Ratusan tahun silam, wilayah ini pernah dilanda wabah penyakit yang menyebabkan banyak umat meninggal dunia. Dalam situasi penuh kecemasan tersebut, umat tekun berdoa dan memohon pertolongan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Dalam keyakinan yang diwariskan hingga saat ini, ketekunan umat dalam doa Novena dan permohonan bersama Bunda Maria menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kesembuhan dan perlindungan dari Tuhan.
Karena itu, setiap kali Novena Permohonan dilaksanakan, umat tidak hanya mengenang sejarah masa lalu, tetapi juga memperbarui kepercayaan mereka kepada Tuhan dan menyerahkan kehidupan bersama ke dalam penyelenggaraan-Nya.
Memohon Hujan dan Perlindungan Tuhan
Pada pelaksanaan Novena Permohonan Bulan Rosario tahun 2026 ini, umat membawa sejumlah ujud khusus dalam doa.
Salah satu permohonan utama adalah memohon curahan hujan yang secukupnya bagi tanaman dan kehidupan. Di tengah harapan akan hasil pertanian dan keberlangsungan kehidupan masyarakat, umat menyerahkan kebutuhan tersebut kepada Tuhan dalam doa bersama.
Selain itu, umat juga memohon agar Tuhan senantiasa menjauhkan masyarakat dari berbagai macam marabahaya, termasuk memohon perlindungan dari dampak letusan Gunung Lewotobi yang dapat mengancam kehidupan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Dengan hati yang penuh harapan, umat datang kepada Tuhan bersama Bunda Maria, membawa seluruh kehidupan mereka: keluarga, pekerjaan, tanaman, kesehatan, keselamatan, serta masa depan generasi yang akan datang.
Bersama Maria, Semakin Dekat dengan Yesus
Pembukaan Bulan Rosario di Stasi Riangkaha menjadi momentum untuk kembali menempatkan doa sebagai kekuatan utama dalam kehidupan umat. Di tengah perubahan zaman, warisan iman yang telah diterima dari para leluhur terus dihidupkan melalui doa Rosario, kebersamaan keluarga, dan perjumpaan umat dalam komunitas.
Melalui Novena Permohonan, umat Stasi Riangkaha diharapkan semakin diteguhkan dalam iman, semakin rukun dan bersatu sebagai satu keluarga besar, serta semakin tekun membangun kehidupan doa di dalam keluarga.
Lebih dari itu, perjalanan Novena ini menjadi ajakan bagi setiap keluarga untuk menjadikan Rosario sebagai doa yang hidup—doa yang menyatukan keluarga dan membawa setiap orang semakin dekat kepada Kristus melalui teladan dan doa Bunda Maria.
Selama sembilan malam, Gua Maria Wai Timu akan menjadi rumah doa bagi umat Riangkaha. Dari tempat sederhana itu, harapan dan permohonan umat dipersembahkan kepada Tuhan.
Mari menjaga warisan iman para leluhur. Mari menghidupkan doa Rosario dalam keluarga. Mari hadir bersama dalam Novena Permohonan di Gua Maria Wai Timu, membawa syukur, harapan, dan seluruh pergumulan hidup kepada Tuhan.
Sebab, bersama Maria, kita semakin dekat dengan Yesus.
Proficiat untuk seluruh umat Stasi Riangkaha. Selamat memasuki Bulan Rosario Suci 2026! (Thomas Sugi Witi – KOMSOS Lewotobi)



