
Ikatan Suci: Dua Pasangan Menikah Sekaligus Baptis Buah Hati di Gereja Santo Fransiskus Xaferius Lewotobi
LEWOTOBI – Nyanyian meriah dari koor paduan suara OMK dan orang dewasa Stasi Lewotobi memecah keheningan pagi ini. Disaksikan oleh ratusan umat dari Stasi Lewotobi dan stasi sekitarnya dua pasangan mempelai, yakni Maria Loun Witi dan Patrisius Kaliktus Lega Kedang, serta Maria Kristina Uran dan Adrianus Paman Pugel melangkah masuk ke pelataran gereja Santo Fransiskus Xaferius Lewotobi, Kamis 02 Juli 2026. Hari itu, cinta sekian tahun yang telah mereka jalani tidak saja disahkan negara tetapi juga diberkati dan dipersatukan dalam sakramen kudus.

Di sela kebahagiaan ini, kedua anak mereka, Yohanes Adeo Puan Kedang dan Elisabet Nadya Belee Pugel secara resmi dipersatukan menjadi anggota gereja melalui sakramen pembaptisan.
Dengan khidmat, perayaan misa pemberkatan berlangsung selama lebih dari dua jam, mulai pukul 08.45 hingga 11.00 WITA. RD. Moses Watan Boro bertindak sebagai selebran utama, didampingi para pelayan altar Fr. Ichal, Fr. Erik Witin, Fr. Ino Malo, Fr. Fidel Uran, dan Fr. Adrian Temu.
Mengawali homilinya, Rm Moses melontarkan pertanyaan kepada kedua pasangan, apa yang paling disukai dari pasangan dan apa yang tidak sukai dari pasangannya? Jawaban mereka menghantar Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi ini untuk menghadiahkan lima kado peneguhan bagi para pangantin, diantaranya: Jagalah selalu komunikasi yang baik, Jangan pernah berhenti berdoa bersama, Saling menghargai, Saling mengampuni, dan Jadikan Kristus sebagai pusat kehidupan keluarga.

Moment sakral dan sukacita itu menjadi utuh dalam nada penuh ketegasan yang diungkapkan oleh kedua mempelai pria saat menyatakan janji kesetiaan kepada pasangan mereka, diikat oleh cincin kasih dan dipenuhi dalam kecupan kening bergaun cinta.
Masih dalam bingkai perayaan, suasana haru terpancar dari suara, mimik dan harapan orang tua ketika penyerahan alat-alat rohani. Dengan nada yang bergetar berselimut harapan, mama Maria menyampaikan bahwa hadiah ini akan menjadi bernilai bila digunakan bukannya dimuseumkan di pojok doa.
Atmosfer gereja Santo Fransiskus Xaferius Lewotobi semakin dipenuhi sukacita. Ratusan umat yang hadir memberikan tepukan tangan yang meriah menyambut kedua keluarga baru yang telah dipersatukan oleh Gereja.
Dalam nada sukacita, bapak Longginus Ligi Dewantoro Kedang, kakak dari Patrisius Kaliktus Lega Kedang mengekspresikan kebahagiaannya melalui senyum yang berseri-seri dengan mengatakan bahwa dengan menyaksikan adiknya menerima rahmat pernikahan pada hari ini, ia sangat bahagia. Mudah-mudahan perjalanan bahtera rumah tangga mereka selalu langgeng dan keduanya tetap setia dalam kasih Tuhan.

Sukacita perayaan diakhiri dengan kebersamaan dalam acara dokumentasi dan pelukan hangat keluarga diselimuti beribu harapan yang terselip disetiap genggaman tangan. Sesi ini bukan sekadar mencetak kenangan bergambar tetapi pengingat bahwa dibalik janji yang terucap, kasih yang dilahirkan, ada sekian banyak orang yang mendukung perjalanan keluarga baru ini.
Melalui perayaan hari ini cinta bukan mencapai puncaknya tetapi memulai kehidupannya. Serentak dalam kegembiraannya, cinta menegaskan eksistensi dari sebuah gereja sebagai ladang Allah yang terbuka bagi siapa saja untuk menabur, memelihara dan mewartakan cinta kasih Allah. (Yoin – KOMSOS Lewotobi)



