
Dari Stasi ke Stasi, Dari Hati ke Hati: Ziarah Salib OMK Paroki St. Yosef Lewotobi
Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yosef Lewotobi membuka prosesi Ziarah Salib OMK dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin Pastor Paroki, RD. Moses Watan Boro, pada Senin, 31 Agustus 2026, di Stasi Riangbunga.
Ziarah Salib OMK akan mengunjungi setiap stasi yang berada di wilayah Paroki St. Yosef Lewotobi. Selama salib berada di setiap stasi, OMK setempat akan mengisi hari-hari mereka dengan berbagai kegiatan bernuansa religius maupun sosial kemasyarakatan.
Sebagai stasi tempat pembukaan prosesi Ziarah Salib OMK tahun ini, Salib OMK hanya berada selama satu malam di Stasi Riangbunga. Keesokan harinya, setelah Misa pembukaan, Salib OMK diantar oleh OMK Stasi Riangbunga menuju Stasi Lewouran.
Dari Riangbunga Menuju Lewouran
Pada Selasa sore, 1 September 2026, Salib OMK diantar oleh OMK Stasi Riangbunga menuju Stasi Lewouran, sebuah stasi yang berada di tepi Pantai Waiotan.
Sebelum Salib OMK dihantar, kegiatan diawali dengan ibadat yang dipimpin oleh Ibu In Keraf. Dalam renungannya, ia mengajak teman-teman OMK untuk senantiasa setia mengikuti Kristus.
“Teman-teman OMK yang terkasih. Salib mengajarkan kepada kita bahwa mengikuti Kristus tidak selalu mudah. Ada pengorbanan, tantangan, dan perjuangan. Namun, melalui salib, kita belajar untuk tetap setia, saling menguatkan, dan tidak berjalan sendirian,” ungkapnya.

Sebagai salah satu penggerak OMK di Stasi Riangbunga, ia juga membagikan kesannya mengenai kegiatan Ziarah Salib OMK yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan September.
“Salib ini bukan hanya sebuah tanda iman yang dibawa dari satu rumah ke rumah yang lain. Setiap rumah yang dikunjungi memberikan pengalaman iman tersendiri. Ada kebersamaan, persatuan dalam doa, sukacita, kisah perjuangan hidup, dan mungkin ada air mata serta harapan yang dibawa bersama di hadapan Tuhan,” katanya.
Setelah ibadat, OMK Stasi Riangbunga mengantar Salib OMK menuju Stasi Lewouran. Para peserta, baik laki-laki maupun perempuan, tampak mengenakan kain tenun adat setempat sebagai bagian dari perjalanan iman yang berpadu dengan kekayaan budaya daerah.
Salib OMK Tiba di Stasi Lewouran
Ketika tiba di pintu masuk desa dengan gapura bertuliskan “Selamat Datang di Desa Persiapan Lewouran”, rombongan OMK Stasi Riangbunga segera turun dari mobil dan sepeda motor yang digunakan untuk mengantar Salib OMK.
Empat orang laki-laki membawa Salib OMK, sementara dua perempuan berjalan di bagian depan sambil membawa lilin bernyala. Teman-teman OMK lainnya berbaris dan berjalan bersama menuju Gereja Lewouran.
Sepanjang perjalanan menuruni jalan dari gerbang masuk desa menuju gereja, OMK Stasi Riangbunga mendaraskan doa Rosario dalam suasana hening dan khidmat.
Di depan Gereja Lewouran, OMK Stasi Lewouran bersama umat dan anak-anak telah menanti kedatangan Salib OMK. Umat membentuk barisan di sisi kiri dan kanan lorong menuju gereja, masing-masing memegang lilin bernyala.
Suasana hening tetap terjaga. Semua yang hadir menantikan kedatangan Salib Tuhan dengan hati terbuka dan penuh kerinduan.

Di pintu masuk gereja, OMK Stasi Lewouran menyambut kedatangan Salib OMK dengan sapaan selamat datang. Sapaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sapaan adat yang dibawakan oleh Ketua Stasi Lewouran melalui syair-syair adat yang menggugah hati.
Selanjutnya, sapaan pelepasan Salib OMK dari Stasi Riangbunga disampaikan dalam syair-syair adat yang menyentuh. Setelah prosesi penyambutan dan pelepasan, OMK Stasi Lewouran menerima Salib OMK dan membawanya masuk ke dalam gereja.
Salib diarak masuk dengan diiringi seluruh umat yang memanjatkan doa sambil memegang lilin bernyala. Sesampainya di dalam gereja, Salib OMK ditahtakan dan dilanjutkan dengan ibadat penerimaan Salib OMK.
Salib OMK berada di Stasi Lewouran sejak Selasa, 1 September hingga Jumat, 4 September 2026.
Selama Salib OMK berada di Lewouran, setiap malam pukul 19.00 WITA, OMK stasi bersama anak-anak berkumpul di gereja untuk berdoa bersama di hadapan salib. Selain berdoa, mereka juga membawa kolekte sebagai bentuk persembahan diri sekaligus ungkapan kepedulian kepada sesama yang berkekurangan.
Pada Jumat, 4 September 2026, bertepatan dengan Jumat Pertama dalam bulan, dilangsungkan Perayaan Ekaristi di Gereja Lewouran. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Moses Watan Boro, bersama Diakon Romanus Tubo Ola.


Dalam homilinya, RD. Moses mengajak umat untuk senantiasa membarui hidup setiap hari dengan menimba kekuatan dari Salib Tuhan. Umat juga diberi kesempatan untuk melakukan penghormatan kepada Salib OMK sebagai bentuk penghayatan terhadap pengorbanan Kristus yang begitu besar demi keselamatan umat beriman.
Ibu Enci Uran, Wakil OMK Stasi Lewouran, mengatakan bahwa kegiatan Ziarah Salib OMK menjadi kesempatan penuh rahmat untuk merenungkan pengorbanan Kristus.
“Kesan saya terhadap kegiatan Ziarah Salib OMK yang mengunjungi stasi kami sangat baik dan penuh sukacita. Kehadiran teman-teman OMK membawa suasana persaudaraan, kebersamaan, dan semangat iman bagi kami. Ziarah ini bukan hanya sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk bersama-sama merenungkan perjalanan Yesus menuju Kalvari dan pengorbanan-Nya di kayu salib,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan semakin mempererat persaudaraan antar-OMK di tingkat stasi maupun paroki dalam kasih Kristus.
“Harapan saya, kegiatan Ziarah Salib OMK ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi kegiatan yang semakin mempererat persaudaraan antar-OMK dan umat di setiap stasi. Semoga melalui kegiatan ini, orang muda semakin dekat dengan Tuhan, semakin peduli terhadap sesama, dan berani mengambil bagian dalam kehidupan serta pelayanan Gereja,” harapnya.
Dari Lewouran Menuju Lewotobi
Pada Jumat, 4 September 2026, menjelang senja, Salib OMK kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini, OMK Stasi Lewouran mengantar Salib OMK menuju Stasi Lewotobi.
Pada pukul 16.00 WITA, OMK Stasi Lewotobi bersama umat telah menanti kedatangan Salib OMK. Sukacita tampak terpancar dari wajah para OMK dan umat yang hadir.

Sebuah gapura berdiri di dekat gereja sebagai pintu masuk. Kehadirannya menjadi simbol kesiapan OMK dan umat Lewotobi dalam menerima kehadiran Kristus yang akan mengunjungi dan tinggal bersama mereka.
Suasana senja semakin menambah kekhidmatan. Teman-teman OMK Stasi Lewouran memilih berjalan kaki dari Lewouran menuju Lewotobi sambil membawa Salib Kristus. Sepanjang perjalanan, mereka tetap setia melantunkan doa-doa yang menemani perjalanan ziarah bersama Kristus.
Ketika tiba di gapura dekat gereja, OMK Stasi Lewotobi bersama umat menyambut kedatangan rombongan OMK Stasi Lewouran yang membawa Salib OMK. Sapaan selamat datang disampaikan melalui syair-syair adat. Setelah itu, Salib OMK diarak masuk ke dalam gereja.

Salib kemudian ditahtakan di dalam gereja dan dilanjutkan dengan ibadat penerimaan Salib OMK.
Sesudah ibadat, jalinan persaudaraan sebagai sesama orang muda Katolik dilanjutkan melalui ramah tamah sederhana di pastoran.
Salib OMK akan berada di Stasi Lewotobi sejak 4 hingga 8 September 2026.
Perjalanan Salib OMK dari satu stasi ke stasi lainnya bukan sekadar perpindahan sebuah benda rohani. Di dalamnya ada doa, pengorbanan, persaudaraan, kepedulian, budaya, dan harapan. Salib menjadi tanda bahwa orang muda dipanggil untuk terus berjalan bersama Kristus, sekalipun perjalanan hidup tidak selalu mudah.

Semoga melalui Ziarah Salib OMK ini, orang muda semakin setia dan berani memikul salib kehidupan, berjalan bersama, saling menguatkan, serta tetap teguh mengikuti Tuhan dalam setiap keadaan. (Diakon Tubo – KOMSOS Lewotobi)



