
OMK Stasi Nobo Berbenah, Paroki Lewotobi Siapkan AD/ART OMK sebagai Pedoman Bersama
Nobo, 30 Juli 2026 – Semangat membangun kembali kehidupan Orang Muda Katolik (OMK) pascaerupsi Gunung Lewotobi menjadi fokus utama dalam pertemuan Tim Pastoral Paroki Lewotobi bersama OMK Stasi Nobo. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan itu menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis untuk memperkuat organisasi dan pelayanan kaum muda di tingkat stasi.


Membuka pertemuan, Frid Mukin, Pembina Generasi Muda (PGM) mengajak seluruh peserta menjadikan kesempatan tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman mengenai dinamika kehidupan OMK di Stasi Nobo. Menurutnya, melalui dialog yang terbuka, berbagai tantangan yang dihadapi dapat diidentifikasi bersama sehingga menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan yang lebih efektif.
Pastor Paroki kemudian mengarahkan jalannya diskusi dengan mengajak peserta merefleksikan kondisi kepengurusan serta pelaksanaan program-program OMK di Stasi Nobo. Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai langkah untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan keterlibatan kaum muda dalam kehidupan menggereja.
Dalam sesi sharing, Ketua OMK Stasi Nobo, Susan Soge, mengungkapkan bahwa kepengurusan yang dibentuk pada tahun 2022 hingga kini belum tersusun secara lengkap. Struktur yang berjalan baru mencakup ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Situasi erupsi Gunung Lewotobi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan berbagai program tidak dapat dijalankan secara optimal.

“Kami sempat menjalankan beberapa kegiatan seperti doa malam bersama di gereja dan penggalangan dana melalui penjualan sayur. Setelah kembali dari pengungsian, kegiatan yang kami ikuti sebagian besar merupakan program dari paroki, seperti Ziarah Salib OMK,” ungkap Susan.
Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah rendahnya tingkat partisipasi anggota OMK karena sebagian besar telah memiliki kesibukan masing-masing. Oleh karena itu, pengurus terus berupaya mengajak para pelajar untuk bergabung dan berharap memperoleh pendampingan dalam mengembangkan strategi yang mampu menarik keterlibatan kaum muda lainnya.
Pengalaman pendampingan OMK juga dibagikan oleh Ibu Sofi, yang dipercaya menjadi pendamping OMK Stasi Nobo sejak tahun 2022. Ia menjelaskan bahwa pada awal masa kepengurusan, tim pendamping melakukan kunjungan ke setiap Komunitas Basis Gerejani (KBG) untuk menyerap aspirasi umat mengenai pembinaan kaum muda.

Dari hasil pertemuan tersebut lahirlah sejumlah kesepakatan, di antaranya mengenai iuran anggota, kehadiran dalam kegiatan, hingga pemberlakuan sanksi bagi anggota yang kurang aktif. Kebijakan tersebut sempat memberikan dampak positif terhadap keterlibatan OMK.
“Pada waktu itu banyak kegiatan yang bisa dijalankan, mulai dari olahraga, bakti sosial, hingga pelayanan koor. Dana yang terkumpul dari iuran bahkan digunakan untuk membeli kostum OMK dan kain gereja,” jelasnya.
Namun, setelah bencana erupsi melanda, sistem denda tidak lagi diberlakukan dan diganti dengan mekanisme iuran anggota. Menurut Ibu Sofi, keberhasilan pembinaan kaum muda sangat membutuhkan aturan yang jelas dan diterapkan secara konsisten. Ia pun mengusulkan agar Paroki Lewotobi memiliki regulasi yang seragam bagi seluruh stasi.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Diakon Tubo menekankan pentingnya segera melengkapi struktur kepengurusan OMK Stasi Nobo. Kepengurusan yang lengkap nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) dan dilantik secara resmi sebagai bagian dari tugas perutusan Gereja.

Sementara itu, Pastor Paroki menyampaikan bahwa Paroki Lewotobi akan menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) OMK Paroki yang akan menjadi pedoman bersama bagi seluruh stasi.
“Melalui AD/ART ini kita ingin membangun tata kelola organisasi yang lebih baik dan menjadi acuan yang sama bagi seluruh OMK di paroki. Saya juga berharap teman-teman yang dipercaya menjadi pengurus berani memberikan diri untuk melayani. Di dalam OMK inilah kita belajar menjadi pemimpin yang tangguh sekaligus pelayan yang setia bagi Gereja,” tegas Pastor.
Sebagai tindak lanjut, Susan Soge memperkenalkan draft calon kepengurusan OMK Stasi Nobo yang akan diproses hingga penetapan secara resmi.
Di akhir pertemuan, Ketua Dewan Stasi, Albert Koban menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dewan mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan hasil pertemuan kepada teman-teman OMK yang belum terlibat agar semakin banyak kaum muda mengambil bagian dalam kehidupan menggereja.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi OMK Stasi Nobo untuk bangkit dan berbenah setelah berbagai tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan penguatan organisasi, penyusunan regulasi bersama, serta komitmen seluruh pihak, diharapkan OMK semakin berkembang sebagai wadah pembinaan iman dan kepemimpinan kaum muda, sehingga mampu menghadirkan generasi muda Gereja yang aktif, militan, dan siap melayani sesuai semangat Injil. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



