
Semangat Sumpah Pemuda Menggema di Ile Bura: Orang Muda Sembilan Desa Bersatu dalam Olahraga, Seni, dan Persaudaraan
Lewotobi, 4 Oktober 2026 — Semangat persatuan dan persaudaraan orang muda menggema di Kecamatan Ile Bura ketika ratusan orang muda dari sembilan desa berkumpul untuk menyongsong peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026. Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan yang disponsori oleh Camat Ile Bura, Yohanes Kowa Kleden, S.ST.Par, ini diisi dengan berbagai pertandingan olahraga dan perlombaan seni.
Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka pada Minggu, 4 Oktober 2026, melalui upacara apel pembukaan di lapangan Olahraga Sorga Lewotobi yang kemudian dilanjutkan dengan pertandingan mini soccer antara Tim Lewotobi dan Tim Nobo.
Apel pembukaan tersebut dihadiri oleh Camat Ile Bura selaku pembina upacara, Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, Rm. Moses Watan Boro, Diakon Romanus Tubo Ola, para kepala desa se-Kecamatan Ile Bura, tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat Kecamatan Ile Bura, serta orang muda dari sembilan desa, yakni Dulipali, Nobo, Nurabelen, Riang Kaha, Riang Bunga, Lewotobi, Lewouran, Lewoawan, dan Riangbaring.
Merayakan Sumpah Pemuda dengan Semangat Persaudaraan
Dalam sambutannya, Rm. Moses Watan Boro menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam mempersiapkan dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, perayaan menyongsong Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah dengan menyelenggarakan rangkaian perlombaan dan pertandingan, melainkan sebuah kesempatan bagi orang muda untuk membangun persaudaraan, belajar bekerja sama, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Ia mengajak seluruh orang muda untuk terlibat secara aktif dalam setiap perlombaan dan pertandingan yang telah disiapkan.

Melalui kegiatan tersebut, orang muda diharapkan dapat belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, persaudaraan, sportivitas, dan perjuangan untuk memberikan yang terbaik.
“Setiap orang tentu berusaha menjadi yang terbaik dalam setiap pertandingan. Namun, semuanya harus dilakukan dalam spirit kompetisi yang tetap mendukung kebersamaan,” demikian semangat yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Perbedaan asal desa, latar belakang, maupun kelompok, lanjutnya, hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.
Meskipun berasal dari daerah dan desa yang berbeda-beda, orang muda Ile Bura diajak untuk saling menghargai dan tetap bersatu sebagai satu keluarga besar.
Camat Ile Bura: Orang Muda Harus Membuktikan Energi dan Patriotismenya
Pesan senada disampaikan oleh Camat Ile Bura, Yohanes Kowa Kleden, S.ST.Par. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerukan agar setiap pertandingan dan perlombaan tidak hanya menjadi arena untuk mengejar kemenangan, tetapi terutama menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarsesama orang muda.
“Kalian semua adalah angkatan yang energik, penuh vitalitas,” demikian seruan Camat Ile Bura kepada orang-orang muda yang hadir.
Ia mendorong orang muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai penilaian negatif maupun cibiran yang sering diarahkan kepada generasi muda. Justru melalui kegiatan positif seperti ini, orang muda dapat menunjukkan kemampuan, kreativitas, tanggung jawab, dan kepedulian mereka terhadap kehidupan bersama.
Menurutnya, momentum Sumpah Pemuda hendaknya menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk kembali menghidupkan nilai-nilai patriotisme, persatuan, dan semangat pengabdian sebagaimana diwariskan oleh para pemuda Indonesia melalui ikrar Sumpah Pemuda.
Seruan tersebut menjadi penting di tengah tantangan zaman yang terus berubah. Energi dan kreativitas orang muda perlu diarahkan kepada hal-hal yang membangun, sekaligus menjadi kekuatan bagi kehidupan masyarakat di Kecamatan Ile Bura.
Olahraga dan Seni Menjadi Ruang Ekspresi Orang Muda
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Sumpah Pemuda Tingkat Kecamatan Ile Bura Tahun 2026, Kasianus Keso Tukan menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi kreativitas dan ekspresi seni orang muda.


Untuk cabang olahraga, panitia menyelenggarakan:
- Sepak bola/mini soccer
- Bola voli putra
- Bola voli putri
Sedangkan untuk bidang perlombaan seni dan kreativitas, disiapkan beberapa kategori, yakni:
- Paduan suara dan musik kreasi
- Film pendek
- Fashion show
Beragam kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi orang muda untuk menunjukkan bakat sekaligus belajar bertanggung jawab, bekerja dalam tim, menghargai aturan, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan jiwa sportif.
Lewotobi Taklukkan Nobo 1-0
Semangat yang dibangun dalam apel pembukaan kemudian berlanjut di lapangan pertandingan. Laga perdana mempertemukan Tim Nobo melawan Tim Lewotobi dalam pertandingan mini soccer.

Pertandingan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Masyarakat dari berbagai desa turut memadati lokasi pertandingan untuk memberikan dukungan kepada kedua tim.
Setelah melalui persaingan yang cukup sengit, Lewotobi akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 atas Nobo.
Kemenangan tersebut menjadi awal yang baik bagi Lewotobi dalam rangkaian pertandingan yang akan berlangsung. Namun lebih dari sekadar hasil akhir, pertandingan perdana ini telah menghadirkan sesuatu yang jauh lebih penting: orang muda dari sembilan desa duduk dan berdiri bersama, bersorak bersama, serta merayakan semangat persaudaraan dalam satu panggung kebersamaan.
Dari Lapangan Menuju Persatuan
Perayaan menyongsong Hari Sumpah Pemuda di Kecamatan Ile Bura pada akhirnya bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Di balik setiap pertandingan, setiap gol, setiap lagu, setiap karya kreatif, dan setiap langkah peserta, tersimpan harapan agar orang muda semakin menyadari kekuatan mereka sebagai generasi penerus.

Sumpah Pemuda bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang dikenang setiap 28 Oktober. Nilai-nilainya perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari: bersatu dalam keberagaman, menghargai perbedaan, membangun kerja sama, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Dari sembilan desa di Kecamatan Ile Bura, semangat itu kini kembali dinyalakan.
Bukan sekadar bertanding untuk menjadi yang terbaik, tetapi bertanding untuk menjadi saudara. Bukan sekadar merayakan sejarah, tetapi menghadirkan kembali semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan orang muda hari ini. (Ayu Ena – Komsos Lewotobi)



