
Kembali ke Paroki Lewotobi, Mgr. Yohanes Hans Monteiro Syukuri 27 Tahun Imamat dan Kenangan TOP Frater
Lewotobi, 14 Juli 2026 – Suasana penuh sukacita dan kehangatan menyelimuti Paroki Santo Yosef Lewotobi ketika Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, mengunjungi paroki yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan panggilannya. Kunjungan ini menjadi momen penuh syukur karena bertepatan dengan peringatan 27 tahun Tahbisan Imamat yang diterimanya, sekaligus menjadi ajang reuni dengan umat yang pernah mendampinginya saat menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) Frater sekitar 30 tahun yang lalu.

Bagi Mgr. Hans, Lewotobi bukanlah tempat yang asing. Di paroki inilah ia pernah belajar menjadi gembala yang dekat dengan umat, mendengarkan kehidupan mereka, serta mengalami secara langsung suka duka pelayanan pastoral. Karena itu, kesempatan untuk kembali menginjakkan kaki di Lewotobi menjadi pengalaman yang mengharukan sekaligus membangkitkan banyak kenangan indah.

Dalam kunjungan tersebut, Mgr. Hans memimpin Perayaan Ekaristi Syukur Perak Hidup Membiara Sr. Maria Paskalia Kolin, SCMM, yang merayakan 25 tahun kesetiaannya dalam hidup bakti. Perayaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh umat, keluarga suster, para religius, serta tamu undangan yang turut mengucap syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan panggilan Sr. Paskalia.
Dalam homilinya, Bapa Uskup mengajak umat untuk tetap setia pada panggilan hidup masing-masing dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan. Ia juga mengenang masa-masa ketika menjalani TOP Frater di Lewotobi.

Dengan senyum penuh kehangatan, Mgr. Hans mengingat sebuah puisi yang sangat populer pada masa itu, berjudul “IKAN”, singkatan dari “Ingat Kami Anak Nurabelen.” Puisi sederhana itu, katanya, menjadi simbol kedekatan, persaudaraan, dan kenangan yang hingga kini tetap hidup dalam ingatannya.
“Walaupun sudah tiga puluh tahun berlalu, kenangan bersama umat Lewotobi tidak pernah hilang. Saya masih mengingat semangat kebersamaan dan kasih yang saya alami di sini,” ungkapnya.
Di akhir perayaan, Mgr. Hans menyampaikan terima kasih kepada Sr. Maria Paskalia Kolin, SCMM, atas undangan yang diberikan sehingga ia berkesempatan kembali mengunjungi Paroki Santo Yosef Lewotobi.
“Saya berterima kasih kepada Suster Paskalia yang telah mengundang saya. Melalui kesempatan ini saya boleh kembali bertemu dengan umat Paroki Lewotobi yang selama ini selalu mendukung dan mendoakan saya. Perjumpaan ini sungguh membuat saya sangat bahagia,” tuturnya.



Usai Perayaan Ekaristi, suasana gereja berubah menjadi penuh keakraban. Umat berbondong-bondong menghampiri Bapa Uskup untuk bersalaman, berbincang santai, mengungkapkan kerinduan, serta mengabadikan momen melalui foto bersama. Mgr. Hans melayani setiap umat dengan ramah, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh sukacita.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan kehadiran Mgr. Hans di rumah keluarga Sr. Maria Paskalia Kolin. Bersama keluarga, para imam, suster, dan tamu yang hadir, ia mengikuti acara syukuran sederhana sebagai ungkapan syukur atas 25 tahun hidup membiara Sr. Paskalia.
Kunjungan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi peneguhan bahwa benih-benih panggilan yang pernah ditumbuhkan di tengah umat Lewotobi terus menghasilkan buah. Tiga puluh tahun setelah menjalani masa TOP sebagai frater, Mgr. Yohanes Hans Monteiro kembali sebagai seorang uskup, membawa rasa syukur atas 27 tahun imamat, sekaligus mempererat kembali ikatan persaudaraan dengan umat yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan panggilannya.
Perjumpaan yang sarat kenangan, syukur, dan sukacita itu menjadi bukti bahwa perjalanan panggilan seorang gembala selalu bertumbuh dari relasi yang hangat dengan umat Allah. Lewotobi tetap menjadi “rumah kenangan” yang menyimpan jejak awal pelayanan Mgr. Hans, sekaligus menjadi saksi kasih Tuhan yang terus berkarya dalam hidupnya hingga hari ini. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



