
Membuka Bulan Rosario dengan Prosesi Maria dan Salib Suci di Stasi Nurabelen
Nurabelen, 1–2 Oktober — Bulan Oktober kembali menjadi momentum istimewa bagi umat Katolik untuk memperdalam kecintaan kepada Bunda Maria sekaligus membangun kehidupan doa melalui doa Rosario. Semangat tersebut tampak dalam perayaan pembukaan Bulan Rosario di Stasi Nurabelen, Paroki Santo Yosef Lewotobi, pada Rabu, 1 Oktober, yang berlangsung di Gereja Santo Yosef Nurabelen dan dihadiri oleh ratusan umat.
Perayaan Ekaristi pembukaan dipimpin oleh Romo Moses Watan Boro, Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, bersama Diakon Romanus Tubo Ola. Dalam suasana penuh sukacita dan kekhidmatan, umat mengikuti seluruh rangkaian perayaan sebagai tanda dimulainya perjalanan doa Rosario selama bulan Oktober.

Dalam homilinya, Romo Moses mengajak umat untuk menjadikan bulan Rosario sebagai kesempatan untuk membangun kesetiaan dan cinta yang semakin mendalam kepada Tuhan melalui doa Rosario.
Menurutnya, Rosario merupakan doa yang sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Karena itu, umat diajak untuk tidak menjadikan doa Rosario hanya sebagai kegiatan devosional pada bulan Oktober, tetapi sebagai bagian dari kehidupan iman sehari-hari.
“Doa Rosario adalah doa yang sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa pun,” demikian pesan Romo Moses. Ia mengajak umat agar membangun kebiasaan mendaraskan Rosario, baik secara pribadi maupun bersama-sama dalam keluarga dan dalam Kelompok Basis Gerejani (KBG).
Maria dan Salib Suci Mengunjungi KBG
Usai perayaan Ekaristi, rangkaian pembukaan Bulan Rosario dilanjutkan dengan prosesi umat membawa patung Bunda Maria Diangkat ke Surga dan Salib Suci OMK menuju dua KBG pertama, yakni KBG Maria Ratu Rosario dan KBG Maria Imakulata.

Prosesi berlangsung dalam suasana penuh iman dan sukacita. Umat berjalan bersama sambil mendaraskan doa Rosario dan menyanyikan lagu-lagu Maria. Prosesi ini menjadi ungkapan iman sekaligus tanda bahwa perjalanan Bulan Rosario tidak hanya berlangsung di dalam gedung gereja, tetapi juga hadir di tengah kehidupan umat dan keluarga-keluarga.
Ketua Dewan Stasi Nurabelen, Antonius Sura Onan, menjelaskan bahwa kunjungan Bunda Maria dan Salib Tuhan Yesus akan berlangsung sepanjang Bulan Rosario dengan menyambangi 12 KBG yang berada di wilayah Stasi Nurabelen.
Setiap KBG akan menerima patung Bunda Maria dan Salib Suci selama beberapa hari. Selama berada di KBG tersebut, umat akan mendapatkan kesempatan untuk mempererat kehidupan doa dan kebersamaan. Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah perayaan Ekaristi yang dilanjutkan dengan pemberkatan rumah-rumah umat.
Program ini diharapkan menjadi sarana untuk menghidupkan kembali semangat doa bersama sekaligus mempererat persaudaraan umat di setiap KBG.
Misa dan Pemberkatan Rumah di KBG Maria Ratu Rosario dan Maria Imakulata
Rangkaian kunjungan pertama dilanjutkan pada Kamis, 2 Oktober, dengan perayaan Ekaristi di KBG Maria Ratu Rosario dan KBG Maria Imakulata.
Setelah perayaan Ekaristi, Romo Moses Watan Boro bersama Diakon Romanus Tubo Ola melanjutkan pelayanan dengan mengunjungi dan memberkati rumah-rumah umat yang berada di kedua KBG tersebut.

Dari rumah ke rumah, para pelayan Gereja membawa doa dan berkat bagi keluarga-keluarga. Kehadiran imam dan diakon di tengah keluarga umat menjadi pengalaman iman yang memberikan sukacita sekaligus memperlihatkan bahwa Gereja hadir bukan hanya ketika umat berkumpul di gereja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah masing-masing.
Salah seorang umat, Bapa Petrus Dimu Puka, mengungkapkan sukacitanya atas kegiatan pemberkatan rumah tersebut. Baginya, pengalaman ini merupakan sesuatu yang istimewa karena selama ini ia baru mengalami kegiatan pemberkatan rumah-rumah umat yang dilakukan secara menyeluruh seperti dalam rangkaian Bulan Rosario tahun ini.
Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan serupa dapat menjadi perhatian dalam program pastoral paroki sehingga semua rumah umat di wilayah Paroki Santo Yosef Lewotobi pada waktunya dapat mengalami pemberkatan.
Menjadikan Bulan Rosario sebagai Gerakan Doa Keluarga
Perayaan pembukaan Bulan Rosario di Stasi Nurabelen tidak berhenti pada seremoni pembukaan. Perjalanan Maria dan Salib Suci dari satu KBG ke KBG lainnya menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk menjadikan doa sebagai bagian penting dalam kehidupan keluarga dan komunitas.

Kehadiran Bunda Maria di tengah umat sekaligus mengingatkan umat akan teladan Maria yang setia mendengarkan, menyimpan, dan melaksanakan kehendak Allah. Sementara Salib Suci mengarahkan umat kepada Kristus, sumber keselamatan dan pusat kehidupan iman.
Dengan semangat tersebut, perjalanan Bulan Rosario di Stasi Nurabelen diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan doa pribadi, menghidupkan doa bersama dalam keluarga, mempererat persaudaraan di KBG, serta semakin menumbuhkan kecintaan umat kepada Tuhan dan Gereja.
Selama bulan Oktober, Bunda Maria dan Salib Suci akan terus melanjutkan perjalanan mengunjungi 12 KBG di Stasi Nurabelen. Setiap kunjungan menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul, berdoa, merayakan Ekaristi, dan menghadirkan berkat Tuhan di tengah keluarga.
Dari rumah ke rumah, dari KBG ke KBG, doa Rosario menjadi jalan umat Stasi Nurabelen untuk semakin dekat kepada Tuhan bersama Bunda Maria. (ASO – Komsos Lewotobi)



