
Semarak BKSN 2026 di Paroki St. Yosef Lewotobi: Umat Kobarkan Semangat Mencintai dan Mewartakan Sabda Allah
Nurabelen, 27 September 2026 — Semangat umat untuk mencintai dan mendalami Sabda Allah tampak nyata dalam perayaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Paroki Santo Yosef Lewotobi. Berbagai perlombaan Kitab Suci yang melibatkan perwakilan dari setiap stasi berlangsung meriah di Gereja Paroki St. Yosef Lewotobi, Stasi Nurabelen, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Dewan Pastoral Paroki (DPP) tersebut mempertemukan umat dari berbagai kelompok usia dan kategorial. Lomba Mazmur antar-ibu, Lomba Baca Kitab Suci bagi Orang Muda Katolik (OMK), serta Lomba Kuis Kitab Suci antar-bapak menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan BKSN tahun ini.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh sukacita sudah terasa. Ketua Seksi Pewartaan dan Kerasulan Kitab Suci, Maria Adelgonda Bukan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh umat serta peserta yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan BKSN 2026.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan bukan semata-mata dengan semangat berkompetisi, tetapi terutama dengan hati yang gembira sebagai bagian dari usaha bersama untuk semakin mencintai Kitab Suci.
Bukan Sekadar Perlombaan
Dalam arahannya, Romo Moses Watan Boro memberikan penekanan khusus pada makna setiap kategori perlombaan. Menurutnya, masing-masing kegiatan memiliki tujuan pastoral yang berkaitan erat dengan kehidupan menggereja.

Untuk Lomba Mazmur bagi para ibu, misalnya, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan umat dalam bernyanyi dan sekaligus memperkaya tenaga pelayanan liturgi di setiap stasi. Dengan demikian, Paroki St. Yosef Lewotobi diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan dalam menemukan petugas mazmur untuk perayaan Ekaristi.
Sementara itu, Lomba Baca Kitab Suci bagi OMK menjadi ruang bagi orang muda untuk melatih keberanian tampil dan menyampaikan Sabda Allah. Romo Moses berharap para orang muda semakin berani menjadi saksi Kristus, mampu menjadi pewarta yang baik bagi umat, serta mempersiapkan diri sebagai kader Gereja di masa depan.
Adapun Lomba Kuis Kitab Suci bagi para bapak diarahkan untuk semakin mendekatkan umat kepada Kitab Suci. Melalui kegiatan tersebut, para bapak diajak untuk lebih aktif membaca Kitab Suci sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai liturgi.
“Kegiatan ini bukan semata-mata tentang menjadi juara, melainkan tentang membangun partisipasi iman dalam kehidupan menggereja,” demikian inti pesan Romo Moses dalam arahannya.
Setelah memberikan arahan kepada seluruh peserta, Romo Moses secara resmi membuka Perlombaan BKSN 2026 tingkat Paroki St. Yosef Lewotobi.
Sabda Allah Dinyanyikan dan Diwartakan
Perlombaan kemudian berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Tim-tim terbaik dari setiap stasi tampil membawa kemampuan masing-masing. Umat yang hadir pun mengikuti setiap penampilan dengan penuh perhatian.
Dalam pelaksanaan teknis kegiatan, Diakon Romanus Tubo Ola turut membantu mengatur berbagai kebutuhan selama perlombaan berlangsung sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib.
Kehadiran Romo Bernardus Belawa Wara, Ketua SEKPAS Keuskupan Larantuka, turut memberikan warna tersendiri. Ia tidak hanya hadir sebagai juri dalam Lomba Mazmur, tetapi juga memberikan pembekalan singkat kepada umat mengenai pelayanan mazmur.

Dalam penjelasannya, Romo Ben menekankan pentingnya kemampuan bernyanyi dengan baik dalam pelayanan mazmur. Bagi seorang pemazmur, kemampuan tersebut bukan sekadar persoalan musikalitas, tetapi menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan Sabda Allah kepada umat secara tepat.
Karena itu, para peserta diajak untuk memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk tanggung jawab dan partisipasi mereka dalam kehidupan Gereja.
Stasi Lewotobi Raih Juara Umum
Setelah seluruh perlombaan selesai, tibalah saat yang dinantikan, yakni pengumuman hasil perlombaan BKSN 2026 tingkat Paroki St. Yosef Lewotobi.
Berdasarkan keputusan tim juri, berikut hasil perlombaan:
Lomba Mazmur
- Juara I: Stasi Lewotobi
- Juara II: Stasi Riangbunga
- Juara III: Stasi Nurabelen

Lomba Baca Kitab Suci OMK Putra
- Juara I: OMK Stasi Lewotobi
- Juara II: OMK Stasi Riangkaha
- Juara III: OMK Stasi Nurabelen
Lomba Baca Kitab Suci OMK Putri
- Juara I: OMK Nobo
- Juara II: OMK Riangkaha
- Juara III: OMK Stasi Nurabelen
Lomba Kuis Kitab Suci
- Juara I: Stasi Nurabelen
- Juara II: Stasi Lewotobi
- Juara III: Stasi Lewouran
Berdasarkan akumulasi perolehan juara dari seluruh kategori perlombaan, Stasi Lewotobi berhasil meraih Juara Umum, sedangkan Stasi Nurabelen meraih Juara Umum II.

Seluruh peserta juga mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan usaha mereka dalam menyemarakkan BKSN 2026.
Apresiasi untuk Seluruh Umat
Dalam sambutan penutup, Romo Moses Watan Boro menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan umat yang telah menunjukkan antusiasme sepanjang kegiatan.
Menurutnya, semangat umat dalam mengikuti perlombaan menunjukkan bahwa BKSN tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kesempatan untuk menghidupkan kecintaan terhadap Kitab Suci melalui kegiatan membaca, mendalami, menyanyikan, dan mewartakan Sabda Allah.
Ketua DPP juga menyampaikan apresiasi kepada Seksi Pewartaan dan Kerasulan Kitab Suci atas kerja keras dalam mempersiapkan dan mengatur seluruh rangkaian perlombaan. Apresiasi yang sama diberikan kepada seluruh unsur DPP, DPS, para peserta, serta umat yang hadir sebagai saksi sekaligus bagian dari kegiatan tersebut.
“Luar biasa untuk kegiatan hari ini dan patut diapresiasi,” menjadi ungkapan yang menggambarkan kegembiraan dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan BKSN 2026.

Romo Moses juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Romo Bernardus Belawa Wara, Ketua SEKPAS Keuskupan Larantuka, yang hadir dan berkontribusi sebagai juri Lomba Mazmur, serta kepada Diakon Tubo Ola, DPP, DPS, dan seluruh umat yang dengan caranya masing-masing telah mendukung kegiatan tersebut.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Romo Moses menyampaikan rasa bangga atas semangat umat yang telah mengambil bagian. Ia juga mengungkapkan harapan agar perlombaan BKSN pada tahun mendatang dapat dikemas dengan lebih baik, dengan penghargaan yang semakin menarik bagi para peserta.
Pada akhirnya, semarak BKSN 2026 di Paroki St. Yosef Lewotobi meninggalkan pesan yang lebih dalam daripada sekadar daftar pemenang. Perlombaan menjadi ruang perjumpaan, pembelajaran, dan kebersamaan umat untuk semakin dekat dengan Kitab Suci.
Sebab, Sabda Allah bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami, dihayati, dinyanyikan, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. ( Son Kolin – Komsos Lewotobi )



