
Paroki Santo Yosef Lewotobi Rayakan Hari Orang Tua, Kakek Nenek Sedunia dengan Ekaristi, Ibadat Sabda, dan Pelayanan Komuni bagi Lansia
Lewotobi, 26 Juli 2026 – Umat Paroki Santo Yosef Lewotobi merayakan Hari Orang Tua, Kakek Nenek Sedunia dengan penuh khidmat melalui perayaan Ekaristi dan Ibadat Sabda yang dilaksanakan serentak di seluruh stasi pada Minggu (26/7). Perayaan ini menjadi wujud syukur sekaligus penghormatan Gereja kepada para orang tua, kakek, dan nenek yang telah menjadi saksi iman serta pilar kehidupan keluarga dan umat.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, Rm. Moses Watan Boro, Pr, di Stasi Riangkaha dan Stasi Lewotobi yang dibantu oleh Fr Erik, Pr dan Fr Yostin, SVD. Dalam semangat perayaan ini, umat diajak untuk semakin menghargai kehadiran para lansia sebagai pribadi-pribadi yang telah mewariskan nilai iman, kasih, dan pengharapan kepada generasi penerus.


Sementara itu, Ibadat Sabda dilaksanakan di beberapa stasi lainnya. Diakon Tubo memimpin ibadat di Stasi Lewouran, Fr. Wetan memimpin umat di Stasi Riangbunga, sedangkan Fr. Fidel bersama Fr. Adrian memimpin ibadat di Stasi Nurabelen. Di setiap stasi, umat mengikuti perayaan dengan penuh perhatian dan sukacita sebagai ungkapan kasih kepada para orang tua dan lanjut usia.
Berbeda dengan stasi lainnya, Stasi Nobo belum dapat menggelar perayaan karena masih berada dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pastoral di stasi itu masih terbatas demi menjaga keselamatan umat.
Usai perayaan Ekaristi maupun Ibadat Sabda, pelayanan pastoral dilanjutkan dengan penerimaan Komuni Kudus bagi para orang tua lanjut usia dan umat yang sakit di rumah masing-masing. Para imam, diakon, dan frater mengunjungi mereka yang tidak dapat hadir di gereja untuk menghadirkan Kristus melalui Sakramen Ekaristi.


Suasana penuh haru mewarnai setiap kunjungan. Para lansia dan umat yang sakit menyambut kedatangan para pelayan Gereja dengan wajah berseri dan hati yang dipenuhi sukacita. Beberapa di antara mereka tampak terharu ketika menerima Tubuh Kristus, sebuah momen yang menjadi tanda nyata bahwa Gereja tetap hadir, mendampingi, dan menguatkan mereka di tengah keterbatasan usia maupun kondisi kesehatan.
Pelayanan ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian perayaan Hari Orang Tua, Kakek Nenek Sedunia, tetapi juga menjadi perwujudan nyata semangat Gereja yang “keluar” untuk menjangkau umat, terutama mereka yang tidak lagi mampu datang ke gereja. Kehadiran para pelayan pastoral membawa penghiburan, harapan, dan sukacita bagi para lansia yang tetap merindukan perjumpaan dengan Kristus dalam Ekaristi.
Perayaan Hari Orang Tua, Kakek Nenek Sedunia di Paroki Santo Yosef Lewotobi tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya perhatian dan kasih kepada para orang tua dan lansia. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, mereka tetap memiliki tempat yang istimewa dalam hati Gereja. Melalui doa, perayaan liturgi, dan pelayanan Komuni Kudus, Gereja menghadirkan wajah Kristus yang dekat, menguatkan, dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, terutama mereka yang telah memasuki usia senja. (ASO Komsos Lewotobi)



