
MISA PEMBUKAAN TAHUN AJARAN 2026–2027 SDK RIANGKAHA DAN PERUTUSAN BAPA GURU ALFONSUS LAMA SOME MUKIN: BERPISAH DALAM TUGAS, MENYATU DALAM KENANGAN
Riangkaha – Suasana penuh syukur, haru dan sukacita menyelimuti Kapela Stasi Santo Antonius Padua Riangkaha, Kamis (23/7/2026) dalam perayaan Ekaristi pembukaan tahun ajaran 2026–2027 SDK Riangkaha yang dirangkaikan dengan acara perutusan Bapak Guru Alfonsus Lama Some Mukin, yang menerima Surat Keputusan (SK) penempatan untuk melanjutkan pengabdiannya di tempat tugas yang baru.

Perayaan Ekaristi diikuti oleh 73 siswa SDK Riangkaha, 13 guru dan pegawai, serta umat Stasi Riangkaha. Misa dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Lewotobi, RD. Moses Watan Boro, didampingi Diakon Tubo Ola, Fr. Wetan Kwure dan Fr. Ical Lewayang. Liturgi berlangsung dengan penuh khidmat dan semakin semarak berkat koor siswa-siswi SDK Riangkaha yang mengiringi perayaan dengan nyanyian penuh semangat dan sukacita.
Memahami Sabda Tuhan dengan Indra dan Hati
Dalam homilinya, Pastor Paroki mengajak seluruh siswa, guru, pegawai dan umat untuk merenungkan pesan Injil hari ini. Beliau menegaskan bahwa Tuhan telah menganugerahkan lima indra agar manusia mampu melihat, mendengar dan memahami Sabda-Nya. Namun menurutnya memahami Sabda Tuhan tidak cukup hanya dengan akal dan pancaindra, melainkan juga harus dengan hati.
“hati harus ikut berbicara. Kita boleh mengerti banyak hal dengan pikiran dan pancaindra, tetapi hati akan mengajarkan kita untuk mengasihi apa yang kita pahami. Dari hati lahir kasih, kepedulian, dan semangat untuk melakukan yang baik” tegasnya.
Mengawali tahun ajaran baru, Pastor Paroki juga mengajak seluruh keluarga besar SDK Riangkaha untuk berjalan bersama membangun dunia pendidikan yang semakin berkualitas. Para guru diminta harus terus mendampingi peserta didik dengan kasih keteladanan sementara para siswa diajak belajar dengan tekun, berani bermimpi dan berusaha meraih cita-cita.
“jangan pernah takut bermimpi. Raihlah cita-cita setinggi mungkin. Tetapi jangan lupa, semoga ada juga yang bercita-cita menjadi suster dan imam” ujarnya yang disambut senyum dan tawa seluruh umat.”

Pada kesempatan itu, Pastor Paroki juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Guru Alfonsus Lama Some Mukin atas dedikasi dan pengabdiannya selama 16 tahun di SDK Riangkaha. Beliau berharap semangat pelayanan yang telah ditunjukkan selama ini terus menjadi berkat bagi sekolah dan masyarakat di tempat tugas yang baru.
Ungkapan Syukur dan Terima Kasih
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah sebagai ungkapan syukur atas dimulainya tahun ajaran baru sekaligus pelepasan Bapak Guru Alfonsus.

Dalam Kepala SDK Riangkaha, Bapak Markus Mahing Kedang, menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki, Diakon, para Frater, para guru dan pegawai, orang tua siswa, para siswa serta seluruh umat yang telah mendukung terselenggaranya perayaan tersebut. Secara khusus, ia memberikan penghargaan kepada Bapak Guru Alfonsus atas pengabdian yang panjang dan penuh ketulusan.
“selama enam belas tahun, Bapak Alfons bukan hanya menjadi seorang pendidik, tetapi juga menjadi teladan bagi para siswa, rekan guru dan seluruh keluarga besar SDK Riangkaha. Terima kasih atas cinta, kerja keras dan pengabdian yang telah diberikan. Selamat menjalankan tugas di tempat yang baru. Semoga Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah pelayanan Bapak” ungkapnya.
Ucapan terima kasih dan apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Riangrita, Bapak Agustinus Koto Blolon yang berharap semangat pengabdian Bapak Alfons terus menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan.
Suasana sukacita semakin terasa ketika para siswa menampilkan berbagai persembahan seni berupa fragmen, tarian ragam, dance dan dolo-dolo sebagai ungkapan kasih, hormat dan terima kasih kepada guru yang telah mendampingi mereka selama bertahun-tahun.
“SDK Riangkaha Sudah Menjadi Rumah”
Dalam sambutan perpisahannya, Bapak Guru Alfonsus Lama Some Mukin tampak tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah, para guru, pegawai, siswa, Pastor Paroki, Diakon, para Frater, pemerintah desa, orang tua dan seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan pelayanannya. Ia mengakui bahwa meninggalkan SDK Riangkaha bukanlah hal yang mudah. Setelah mengabdi selama enam belas tahun, sekolah itu telah menjadi rumah yang dipenuhi rasa kekeluargaan, persaudaraan dan kasih.

“Saya memang harus pergi sebagai bentuk kesetiaan kepada tugas yang dipercayakan melalui Surat Keputusan penempatan. Namun saya membawa begitu banyak kenangan indah dari tempat ini. SDK Riangkaha bukan hanya sekolah bagi saya, tetapi sudah menjadi rumah” tuturnya dengan penuh haru.
Kepada para siswa, ia berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru serta berjuang meraih cita-cita. Sementara kepada rekan-rekan guru dan pegawai, ia mengajak untuk terus bergandengan tangan, saling mendukung dan bekerja sama demi kemajuan SDK Riangkaha. Di akhir sambutannya, ia memohon doa dan dukungan agar mampu menjalankan tugas baru dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan.
Meneguhkan Identitas Sekolah Katolik
Mewakili Pastor Paroki, Diakon Tubo Ola menyampaikan pesan mengenai identitas sekolah Katolik. Ia menegaskan bahwa dalam nama SDK, huruf “K” memiliki makna yang sangat penting, yakni Katolik. Menurutnya sejak awal karya para misionaris, pendidikan menjadi salah satu sarana utama pewartaan Injil. Karena itu, sekolah Katolik tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan intelektual peserta didik tetapi juga membentuk iman, karakter dan nilai-nilai Kristiani.
“Di sekolah Katolik anak-anak tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar mengenal Tuhan dan hidup sesuai ajaran-Nya. Karena itu para guru dipanggil bukan hanya menjadi pengajar tetapi juga pendidik iman” ungkapnya.
Ia juga mengutip perbedaan antara Injil Sinoptik dan Injil Yohanes. Dalam Injil Sinoptik, Yesus memanggil para murid untuk mengikuti-Nya sedangkan dalam Injil Yohanes, para murid datang mencari Sang Guru, karena itu anak-anak harus selalu memiliki semangat mencari guru, mendengarkan dengan baik dan belajar dengan sungguh-sungguh agar memperoleh kebijaksanaan yang menjadi bekal bagi masa depan. Di akhir sambutannya, Diakon Tubo Ola kembali menyampaikan apresiasi kepada Bapak Guru Alfonsus atas seluruh dedikasi dan teladan hidup yang telah diwariskan kepada keluarga besar SDK Riangkaha.

Perayaan pembukaan tahun ajaran baru yang dirangkaikan dengan perutusan Bapak Guru Alfonsus Lama Some Mukin menjadi momen yang penuh makna. Sukacita menyambut awal perjalanan pendidikan berpadu dengan rasa syukur atas pengabdian seorang guru yang telah mengabdikan dirinya selama enam belas tahun. Semoga tahun ajaran 2026–2027 menjadi awal yang penuh harapan bagi seluruh keluarga besar SDK Riangkaha dan semoga Bapak Guru Alfonsus senantiasa diberkati Tuhan dalam melanjutkan karya pengabdiannya di tempat yang baru. (Fr. Wetan Kwure)



