
Perkokoh Pewartaan Iman, Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi Resmikan Kepengurusan Katekis
Lewotobi, 18 Juli 2026 – Dalam semangat memperkuat pewartaan Injil dan meningkatkan kualitas pembinaan iman umat, Paroki Santo Yosef Lewotobi secara resmi membentuk dan meresmikan Kepengurusan Katekis Paroki dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Aula Angin Wutun, Stasi Nurabelen, Kecamatan Ilebura, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, RD Moses Watan Boro, serta dihadiri oleh Diakon Romanus Tubo Ola, Fr. Ichal, TOPER Paroki Lewotobi, dan seluruh katekis yang melayani di wilayah Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Peserta yang hadir merupakan para guru Agama Katolik dan penyuluh agama Katolik yang berkarya di enam wilayah stasi dalam lingkup Paroki Santo Yosef Lewotobi. Sebelum proses pemilihan dan penetapan pengurus dilaksanakan, seluruh peserta terlebih dahulu mengadakan sesi berbagi pengalaman iman dan pastoral. Dalam forum tersebut, para katekis saling membagikan suka duka, tantangan, serta harapan selama menjalankan tugas pelayanan.

Dari hasil sharing tersebut, muncul kesadaran bersama bahwa pelayanan katekese membutuhkan koordinasi yang lebih terarah, terstruktur, dan berkesinambungan. Karena itu, pembentukan kepengurusan katekis dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelayanan pastoral sekaligus menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan pengembangan kapasitas para katekis.
Pastor Paroki, RD Moses Watan Boro, menegaskan bahwa keberadaan katekis bukanlah sesuatu yang baru dalam kehidupan Gereja. Namun, dinamika pelayanan di tengah perkembangan zaman menuntut adanya kesatuan visi, metode, dan materi pewartaan agar pelayanan iman semakin efektif.
“Katekis bukanlah hal baru di Gereja kita. Namun agar materi ajar, cara pandang, dan alur pembinaan dapat berjalan dalam satu visi, maka perlu dibentuk kepengurusan katekis. Tujuannya agar koordinasi antar katekis semakin baik. Apalagi Bapak dan Ibu telah menerima perutusan resmi Gereja melalui Missio Canonica yang diberikan oleh Uskup sebagai pemegang otoritas pengajaran Gereja lokal,” ujar Romo Moses.
Pembentukan kepengurusan ini juga menjadi bagian dari upaya penyegaran program-program pembinaan iman di Paroki Santo Yosef Lewotobi. Kepengurusan periode ini akan memfokuskan pelayanan pada penguatan katekese yang berkelanjutan, mulai dari pendampingan iman anak-anak dan remaja, persiapan sakramen-sakramen inisiasi, hingga pendalaman iman bagi umat dewasa di tingkat lingkungan.

Melalui proses musyawarah, forum akhirnya menetapkan susunan kepengurusan Wadah Katekis Paroki Santo Yosef Lewotobi sebagai berikut:
- Ketua: Paulus Senggo Hokeng
- Wakil Ketua/Sekretaris: Son Kolin
- Bendahara: Ana Maria Bliti Keraf
Dalam arahannya, Romo Moses mengingatkan bahwa seorang katekis tidak hanya dipanggil untuk mengajar, tetapi juga menjadi teladan hidup beriman di tengah masyarakat.
“Menjadi seorang katekis bukan sekadar menjalankan tugas mengajar, melainkan menjadi saksi iman yang hidup. Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu melahirkan inovasi dan metode pewartaan yang kreatif sehingga ajaran Gereja semakin menyentuh hati umat di tengah berbagai tantangan zaman modern.”
Beliau juga mengajak seluruh katekis untuk terus meningkatkan kompetensi diri, menjaga semangat persaudaraan, serta membangun sinergi dengan para ketua Stasi, KBG dan seluruh seksi pastoral agar pelayanan kepada umat semakin berkualitas.
Dengan terbentuknya Kepengurusan Katekis Paroki Santo Yosef Lewotobi, diharapkan pelayanan katekese semakin terorganisasi, profesional, dan mampu menghadirkan pewartaan iman yang relevan bagi seluruh umat. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat karya evangelisasi Gereja, sehingga setiap katekis semakin setia mengemban perutusannya sebagai pewarta Sabda Allah yang menghadirkan harapan dan sukacita Injil bagi umat di Paroki Santo Yosef Lewotobi. (Son Kolin)



