
“Tuhan Adalah Kekuatanku”: Syukur Kaul Kekal Sr. Maria Graziela, PRR Menjadi Peneguh Iman Umat Lewotobi
Lewotobi, Flores Timur – 15 Juli 2026 – Sukacita iman menyelimuti Paroki Santo Yosef Lewotobi, khususnya umat Stasi Nobo dan Stasi Nurabelen, dalam Perayaan Syukur Kaul Kekal Sr. Maria Graziela, PRR. Setelah mengikrarkan kaul kekalnya pada 1 Juli 2026 di Gereja San Juan Lebao Tengah, suster asal Stasi Nobo itu kembali ke kampung halamannya untuk mempersembahkan syukur atas rahmat panggilan yang telah diterimanya.
Perayaan syukur menjadi semakin bermakna karena tidak hanya menghadirkan keluarga dan umat, tetapi juga menjadi kesaksian nyata bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, Tuhan masih memanggil dan masih ada orang yang dengan berani menyerahkan seluruh hidupnya bagi pelayanan Gereja.
Penjemputan Adat yang Penuh Kehormatan
Rangkaian syukur diawali pada 14 Juli 2026 dengan upacara penjemputan adat di Stasi Nobo. Kedatangan Sr. Maria Graziela bersama keluarga disambut meriah oleh Tim Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh umat Stasi Nobo.



Dengan iringan adat yang sarat makna, sang yubilaris dijemput dari pintu gerbang kampung, kemudian diarak menuju rumah adat sebagai bentuk penghormatan kepada putri daerah yang telah mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan. Setelah prosesi adat selesai, rombongan mengantar Sr. Graziela ke rumah keluarga dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan.
Perayaan Dipusatkan di Gereja Santo Yosef Nurabelen
Karena Gereja Stasi Nobo berada di kawasan Kawasan Rawan Bencana (KRB) akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Perayaan Ekaristi Syukur dilangsungkan di Gereja Santo Yosef Nurabelen.
Ratusan umat dari Stasi Nobo dan Stasi Nurabelen memenuhi gereja untuk mengikuti perayaan yang dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, Rm. Moses Watan Boro, didampingi Diakon Romanus Tubo Ola dan Frater Ichal.


Suasana liturgi berlangsung khidmat sekaligus penuh haru, ketika umat bersama-sama mengucapkan syukur atas kesetiaan Sr. Maria Graziela yang kini secara definitif mempersembahkan hidupnya kepada Kristus dalam Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR).
“Tuhan Adalah Kekuatanku”
Dalam homilinya, Rm. Moses Watan Boro menegaskan bahwa kaul kekal bukanlah tanda seseorang telah menjadi sempurna, melainkan bukti bahwa Allah terus berkarya dalam hidup orang yang bersedia menjawab panggilan-Nya.
Mengangkat motto kaul kekal “Tuhan adalah kekuatanku” (Mazmur 28:7), Pastor Moses mengajak umat belajar bahwa sumber kekuatan sejati bukan berasal dari kemampuan manusia, melainkan dari Tuhan sendiri.
Mengacu pada bacaan dari Kitab Yesaya, ia mengingatkan agar manusia tidak jatuh dalam kesombongan karena setiap talenta dan keberhasilan merupakan anugerah Allah.
“Hidup membiara adalah perjalanan kerendahan hati. Kesetiaan seorang suster tidak bertumpu pada kekuatan dirinya, tetapi pada kasih karunia Tuhan yang senantiasa menopangnya,” ungkapnya.
Pastor Moses juga mengajak kaum muda untuk tidak takut menjawab panggilan Tuhan. Menurutnya, Gereja masih membutuhkan banyak imam, suster, dan biarawan-biarawati yang siap melayani dengan hati yang tulus.

Di tengah situasi erupsi Gunung Lewotobi yang masih memengaruhi kehidupan umat, ia mengajak seluruh keluarga agar tetap memelihara kehidupan doa.
“Mungkin kita tidak selalu dapat berkumpul di gereja, tetapi jangan sampai api doa padam di dalam keluarga. Ketika keadaan tidak pasti, justru kita semakin diingatkan bahwa Tuhan adalah kekuatan kita,” pesannya.
Kesaksian Kesetiaan Sang Yubilaris
Dalam sambutannya, Sr. Maria Graziela, PRR mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang selalu setia membimbing perjalanan panggilannya.
“Panggilan ini bukan hasil kekuatan saya, tetapi bukti bahwa kasih Allah selalu lebih besar daripada kasih dan perjuangan manusia. Mengikuti Kristus menuntut kesetiaan dalam menjalani hidup panggilan. Ada saat-saat saya merasa lemah dan putus asa, tetapi Tuhan selalu menganugerahkan kekuatan-Nya kepada saya. Menjalani hidup selibat berarti membiarkan Allah meraja dalam hidup, agar wajah Kristus terpancar dalam kehidupan nyata bagi sesama,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Sr. Maria Graziela berharap agar benih-benih panggilan terus bertumbuh di Paroki Santo Yosef Lewotobi, khususnya di Stasi Nobo.

“Saya berharap dari paroki dan stasi ini akan terus lahir imam, suster, dan biarawan-biarawati yang dengan sukacita mempersembahkan hidupnya bagi Gereja. Semoga semakin banyak anak muda yang berani menjawab panggilan Tuhan,” harapnya.
Terima Kasih kepada Keluarga
Mewakili Pimpinan Umum Kongregasi PRR, Sr. Maria Bigid, PRR, menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar Sr. Maria Graziela.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Mama yang telah mempersembahkan putrinya menjadi seorang suster dalam keluarga besar Putri Reinha Rosari. Kaul kekal yang kita rayakan hari ini menjadi bukti bahwa Sr. Maria Graziela telah menapaki jalan panggilan dengan setia. Semoga ia terus bertumbuh dalam kasih kepada Kristus dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Sukacita Berlanjut di Kampung Halaman
Usai Perayaan Ekaristi, rombongan bersama umat kembali menuju Stasi Nobo untuk mengikuti acara syukuran sederhana di rumah keluarga. Dalam suasana penuh keakraban, keluarga, umat, para tamu, dan para suster berbagi sukacita atas rahmat panggilan yang telah dianugerahkan Tuhan kepada Sr. Maria Graziela.


Perayaan syukur ini bukan sekadar ungkapan terima kasih atas kaul kekal seorang religius, tetapi juga menjadi peneguhan iman bagi seluruh umat bahwa di tengah tantangan kehidupan, bahkan di tengah ancaman erupsi Gunung Lewotobi, Tuhan tetap berkarya memanggil putra-putri terbaik Gereja.
Dari tanah Nobo, kembali bergema sebuah pengakuan iman yang menjadi pegangan hidup Sr. Maria Graziela dan sekaligus doa bagi seluruh umat: “Tuhan adalah kekuatanku.” Sebab hanya dengan bersandar kepada Tuhan, setiap orang mampu berjalan setia dalam panggilan hidupnya dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



