
Lahar Dingin Lewotobi Rusak Akses Warga, OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi Bergerak
Nurabelen, 11 September 2026 — Semangat iman, persaudaraan, dan kepedulian terhadap masyarakat mewarnai perjalanan Ziarah Salib Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosef Lewotobi. Setelah lebih dari sepekan mengunjungi stasi-stasi yang berada di wilayah paroki, Salib Ziarah kini tiba di Stasi Nurabelen, Kamis (10/9/2026), dan akan berada di stasi tersebut hingga perayaan puncak Pesta Salib Suci, 14 September 2026.

Salib diantar dari Stasi Riangkaha menuju Stasi Nurabelen. Kedatangannya disambut dengan penuh sukacita melalui upacara penerimaan secara adat oleh OMK Stasi Nurabelen dan OMK Stasi Nobo bersama umat. Setelah prosesi adat, rangkaian penerimaan dilanjutkan dengan ibadat sabda penerimaan Salib.

Kehadiran Salib Ziarah bukan sekadar sebuah perjalanan dari satu stasi ke stasi lainnya. Bagi OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi, ziarah ini menjadi kesempatan untuk memperdalam iman, membangun persaudaraan lintas stasi, sekaligus menghadirkan Gereja di tengah kehidupan masyarakat.
Selama perjalanan ziarah, berbagai kegiatan dilakukan oleh OMK di setiap stasi. Semangat tersebut kemudian diwujudkan secara konkret melalui kegiatan sosial kemasyarakatan pada Jumat (11/9/2026).
Dari Salib Menuju Aksi Nyata
Memaknai perjalanan Salib Ziarah, OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi menggelar aksi sosial membersihkan ruas jalan antara Nobo dan Nurabelen, khususnya bagian jalan yang mengalami kerusakan akibat terdampak aliran lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Kegiatan tersebut melibatkan OMK dari sejumlah stasi, yakni Stasi Nobo, Nurabelen, Riangkaha, Riangbunga, Lewotobi, dan Lewouran. Mereka bersama-sama membersihkan tanah, batu, dan material lainnya yang menutupi badan jalan.

Aksi sosial ini mendapat respons positif dari pemerintah dan masyarakat. Camat Ile Bura, Yohanes Kowa Kleden, SST.Par., membangun kerja sama dengan para kepala desa dan masyarakat, serta mengajak Polsek Wulanggitang dan Koramil Wulanggitang untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi juga diperkuat melalui kerja sama dengan BNPB, yang mengirimkan satu unit mobil tangki air untuk menyiram badan jalan. Penyiraman dilakukan untuk mengurangi debu sehingga proses pengangkutan tanah dan batu yang menutupi jalan dapat berjalan lebih mudah.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa ziarah Salib tidak berhenti pada kegiatan rohani semata. Salib yang diarak dan diterima di setiap stasi mendorong OMK untuk melihat persoalan konkret yang dihadapi masyarakat dan mengambil bagian dalam mengatasinya.
“OMK Harus Lebih Kompak dan Bersatu”
Paulus Bura Hajon, Bhabinkamtibmas Ile Bura, memberikan apresiasi terhadap aksi sosial tersebut.
“Bakti sore ini merupakan sebuah kegiatan yang positif, karena memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang melintasi jalur di depan TPI ini, agar terhindar dari kecelakaan. Harapan saya, agar OMK lebih kompak dan bersatu dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial.”

Apresiasi serupa disampaikan Lambertus Bura Puka, Kepala Desa Nurabelen. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan adanya sinergi yang baik antara Gereja dan pemerintah.
“Kegiatan ini sangat bagus, karena melibatkan Gereja dan pemerintah. OMK harus tetap semangat dan kompak dalam melangkah ke depan. Hasil pembersihan jalan ini sangat bermanfaat saat ini untuk akses masyarakat. Sebab debu di jalan selama ini sangat berdampak bagi kesehatan masyarakat.”
Sementara itu, Melki Manega, Babinsa Ile Bura, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan yang selama ini dirindukan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama lintas pihak dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya sangat apresiasi dan terima kasih, karena hal seperti inilah yang saya rindukan. Ini kita semua ada, yang selama ini kita kerja sendiri-sendiri. Kami terima kasih kepada kegiatan OMK, yang berawal dari diskusi waktu duduk bersama, dan akhirnya pada sore hari ini dapat kita jalankan kegiatan secara bersama-sama. Harapan ke depan, harus ada komunikasi agar kita semua bisa terlibat dalam kegiatan bersama.”
Agustinus Salu Kwuta, Pegawai Kantor Camat sekaligus masyarakat Lewotobi, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
“Saya merasa bangga luar biasa, merasa syukur dan terima kasih, karena jalan yang kita lewati setiap hari, terutama di TPI ini memang sangat menyedihkan bagi setiap yang lewat. Hari ini, dari pihak Gereja dan pemerintah, OMK Paroki mengerahkan OMK setiap stasi dan Bapak Camat mengerahkan pihak kecamatan untuk bakti bersama pada sore hari ini, serta para penggerak PKK yang hadir untuk menyiapkan minuman sesudah bakti bersama ini.”

Sementara itu, Camat Ile Bura, Yohanes Kowa Kleden, SST.Par., menyampaikan terima kasih kepada pihak Gereja dan OMK yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sehingga mendorong pemerintah dan masyarakat untuk terlibat bersama.
“Terima kasih kepada romo dan teman-teman OMK yang sudah menginisiasi kegiatan ini, sehingga mendorong pihak kecamatan dan para warga untuk terlibat dalam kegiatan ini. Terima kasih untuk romo, diakon, DPP, dan teman-teman OMK paroki. Bakti sore ini memberikan hasil nyata yang sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang melintasi ruas jalan ini.”
Salib yang Menggerakkan
Rangkaian Ziarah Salib OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi menjadi momentum penting untuk menyatukan orang muda dari berbagai stasi. Salib menjadi tanda iman yang menghubungkan satu komunitas dengan komunitas lainnya, sekaligus mengingatkan bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kegiatan pembersihan jalan antara Nobo dan Nurabelen memperlihatkan bahwa semangat salib adalah semangat berbagi, melayani, dan hadir bagi sesama. OMK tidak hanya berkumpul untuk berdoa dan mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Setelah diterima di Stasi Nurabelen pada 10 September, Salib Ziarah akan tetap berada di stasi tersebut hingga 14 September 2026, saat seluruh umat merayakan Pesta Salib Suci sebagai puncak rangkaian ziarah.
Perjalanan Salib ini pun menjadi sebuah kisah tentang iman yang berjalan, persaudaraan yang bertumbuh, dan pelayanan yang nyata. Dari stasi ke stasi, dari doa menuju karya, OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi terus menunjukkan bahwa orang muda memiliki tempat penting dalam menghadirkan wajah Gereja yang hidup dan peduli di tengah masyarakat. (Tubo – KOMSOS Lewotobi)



