
Jelang Komuni Pertama, Enam Stasi di Paroki Lewotobi Intensifkan Pembinaan Anak dan Orang Tua
Nurabelen, 22 Agustus 2026 — Persiapan menuju penerimaan Komuni Pertama di Paroki Lewotobi memasuki tahap akhir. Sebanyak enam stasi, yakni Lewouran, Lewotobi, Riangbunga, Riangkaha, Nobo, dan Nurabelen, secara intensif melaksanakan pembinaan bagi para calon penerima Komuni Pertama bersama orang tua masing-masing.
Pembinaan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak-anak agar tidak hanya memahami tata perayaan Ekaristi, tetapi juga semakin mengenal dan menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.



Kegiatan pembinaan dilaksanakan selama empat hari pertemuan di masing-masing stasi. Pembinaan dipercayakan kepada para guru agama, katekis, dan penyuluh agama Katolik yang berada di setiap stasi. Materi pembinaan mencakup doa-doa dasar, pengetahuan iman Katolik, pemahaman mengenai sakramen, serta hal-hal praktis yang berkaitan dengan persiapan menerima Komuni Pertama.
Setelah rangkaian pembinaan bersama para guru agama, katekis, dan penyuluh agama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan yang diberikan oleh Pastor Paroki Lewotobi, Rm. Moses Watan Boro, bersama Diakon Romanus Tubo Ola.
Orang Tua dan Anak Ikuti Ujian Doa dan Pengetahuan Iman
Salah satu tahapan penting dalam rangkaian persiapan tersebut adalah ujian doa dan pengetahuan umum tentang agama Katolik. Ujian tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak calon penerima Komuni Pertama, tetapi juga melibatkan para orang tua.
Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir dari stasi ke stasi, mulai dari Stasi Lewouran, Lewotobi, Riangbunga, Riangkaha, Nobo, hingga Nurabelen.




Pelibatan orang tua dalam proses ini menjadi perhatian penting dalam persiapan Komuni Pertama. Keluarga diharapkan tidak hanya menjadi pendamping selama proses persiapan, tetapi juga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk bertumbuh dalam iman.
Melalui pembinaan dan ujian tersebut, Gereja hendak memastikan bahwa anak-anak dan orang tua sungguh memahami makna Komuni Pertama serta memiliki kesiapan iman untuk mengambil bagian secara lebih sadar dalam kehidupan menggereja.
Memasuki Tahap Akhir: Triduum dan Tobat
Setelah melewati berbagai tahap pembinaan, para calon penerima Komuni Pertama kini memasuki persiapan akhir. Salah satu kegiatan utama adalah doa triduum selama tiga hari berturut-turut, yang dilaksanakan pada Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Rangkaian doa triduum menjadi kesempatan bagi para calon penerima Komuni Pertama, orang tua, dan umat untuk mempersiapkan hati sekaligus memohon penyertaan Tuhan menjelang perayaan penting tersebut.
Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, persiapan dilanjutkan dengan latihan liturgi Komuni Pertama. Latihan ini dimaksudkan agar anak-anak, orang tua, serta para petugas liturgi memahami tugas dan peran masing-masing sehingga perayaan Ekaristi dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan khidmat.



Pada hari yang sama juga dilaksanakan tobat dan pengakuan dosa secara pribadi bagi para calon penerima Komuni Pertama. Sakramen Tobat menjadi bagian penting dari persiapan batin agar anak-anak dapat menyambut Tubuh dan Darah Kristus dengan hati yang telah dipersiapkan.
Komuni Pertama Digelar Serempak di Empat Titik
Seluruh rangkaian persiapan tersebut akan berpuncak pada Perayaan Komuni Pertama, Minggu, 23 Agustus 2026. Perayaan akan dilaksanakan secara serempak di empat titik perayaan yang melayani enam stasi dalam wilayah Paroki Lewotobi.
Keempat titik perayaan tersebut adalah:
- Nurabelen, untuk calon penerima Komuni Pertama dari Stasi Nobo dan Nurabelen;
- Riangkaha, untuk calon dari Stasi Riangkaha dan Riangbunga;
- Lewotobi, untuk calon dari Stasi Lewotobi;
- Lewouran, untuk calon dari Stasi Lewouran.
Perayaan Komuni Pertama ini menjadi momentum iman yang penting bagi anak-anak, keluarga, dan seluruh umat Paroki Lewotobi. Setelah melewati proses pembinaan, pendalaman iman, ujian, doa triduum, latihan liturgi, serta Sakramen Tobat, para calon diharapkan sungguh-sungguh siap menyambut Kristus dalam Ekaristi.
Rangkaian persiapan ini sekaligus menegaskan bahwa Komuni Pertama bukan sekadar sebuah seremoni, melainkan sebuah langkah penting dalam perjalanan iman anak sebagai anggota Gereja. Karena itu, keterlibatan orang tua, pendamping iman, para guru agama, katekis, penyuluh agama Katolik, serta para pelayan pastoral menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut.
Dengan persiapan yang telah dilakukan secara bersama dan bertahap, umat Paroki Lewotobi kini menantikan perayaan Komuni Pertama sebagai sebuah peristiwa sukacita iman, sekaligus kesempatan untuk semakin meneguhkan kehidupan keluarga dan komunitas umat beriman dalam perayaan Ekaristi. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



