
Generasi Muda Ile Bura Satukan Kreativitas, Iman, dan Semangat Persaudaraan dalam Gebyar Hari Sumpah Pemuda 2026
LEWOTOBI – KOMSOS LEWOTOBI – Menyongsong Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, Orang Muda Katolik (OMK) di Kecamatan Ilebura menggelar berbagai perlombaan dengan mengusung tema “Satu Ilebura, Satu Semangat, Satu Generasi.” Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ruang bagi kaum muda untuk mengekspresikan kreativitas, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman.
Pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, kemeriahan kegiatan berlanjut melalui dua mata lomba, yakni paduan suara OMK antar stasi dan fashion show. Sebelumnya, panitia telah menyelenggarakan pertandingan mini soccer sejak awal Oktober. Selain itu, terdapat pula lomba pembuatan film pendek yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk menuangkan ide, bakat, dan kreativitas melalui karya visual.




Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi antara pemerintah Kecamatan Ilebura melalui Camat Ilebura, Yohanes Kowa Kleden dan pihak Gereja melalui Pastor Paroki Santo Yosep Lewotobi, Romo Moses Watan Boro. Sinergi kedua pihak tersebut menghadirkan ruang positif bagi orang muda untuk bertumbuh, berkarya, dan mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat maupun menggereja.
Dalam sambutannya, Camat Ilebura menegaskan bahwa kegiatan menyongsong Sumpah Pemuda bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana untuk mempererat hubungan persaudaraan dan membangun rasa memiliki sebagai satu keluarga besar Ilebura.
“Kegiatan ini mau menunjukkan bahwa kita hadir sebagai anak Ilebura. Kita tidak boleh mengedepankan ego, tetapi harus menghargai nilai kebersamaan. Saya percaya, semua potensi yang ada di Ilebura ini sangat luar biasa,” ungkapnya Yohanes.

Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak ragu menampilkan kemampuan terbaik mereka. Menurutnya, kaum muda membutuhkan ruang untuk menunjukkan potensi dan kreativitas yang dimiliki. Ia berharap dewan juri dapat menjalankan tugas dengan tingkat objektivitas yang tinggi sehingga setiap peserta memperoleh penilaian yang adil.
“Kalian hebat karena sudah ada ruang. Tunjukkan kreativitas kalian. Selamat berjuang dan berikan yang terbaik,” pesannya.
Sementara itu, Romo Moses Watan Boro dalam sambutannya mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk mendukung setiap potensi yang tumbuh dalam diri kaum muda. Setelah melewati berbagai kegiatan olahraga, kegiatan malam perlombaan menjadi kesempatan untuk menampilkan bakat di bidang seni dan kreativitas.
Menurutnya, ruang yang telah dibuka melalui kerja sama Gereja dan pemerintah hendaknya dimanfaatkan secara positif oleh generasi muda. Dukungan dari berbagai pihak menjadi penting agar bakat dan kemampuan orang muda tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi Gereja serta masyarakat.
“Bukan soal kalah atau menang. Jika kita sudah menampilkan diri yang terbaik di panggung ini, kita sudah memenangkan diri kita sendiri,” ungkap Romo Moses.
Ia pun mengajak para peserta untuk terus berjuang, memberikan yang terbaik, serta membawa semangat positif bagi Kecamatan Ilebura dan Gereja.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Setiap perwakilan stasi tampil dengan menunjukkan daya kreativitas, kekompakan, dan kerja sama tim. Penampilan demi penampilan mendapat perhatian dan apresiasi dari ribuan umat yang hadir untuk menyaksikan sekaligus memberikan dukungan kepada orang-orang muda.
Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda mendapat tempat di tengah kehidupan bersama. Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan kegiatan kepemudaan tidak hanya ditentukan oleh peserta dan panitia, tetapi juga oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Ilebura, para kepala desa, Kepala SMP Swasta Ilebura, Kepala SMA Swasta Ilebura, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), serta Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPPS) Paroki Santo Yosef Lewotobi.






Sumpah Pemuda: Momentum Orang Muda Menyatukan Langkah
Peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober mengingatkan bangsa Indonesia akan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Semangat tersebut menemukan bentuk nyatanya dalam kegiatan OMK di Kecamatan Ilebura. Melalui olahraga, seni, musik, dan peragaan busana, orang muda menunjukkan bahwa perbedaan antar stasi bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang memperindah kehidupan bersama.
Tema “Satu Ilebura, Satu Semangat, Satu Generasi” menjadi ajakan bagi seluruh kaum muda untuk melampaui sekat-sekat perbedaan, menanggalkan ego pribadi, serta membangun kebersamaan demi masa depan daerah dan Gereja.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini merupakan pernyataan bahwa orang muda bukan hanya generasi penerus, melainkan juga generasi yang sedang berkarya hari ini. Dengan dukungan pemerintah, Gereja, keluarga, dan masyarakat, potensi mereka dapat berkembang menjadi kekuatan yang membawa perubahan positif.


Pesan singkat untuk orang muda: Jangan takut menunjukkan bakat, jangan berhenti berkarya, dan jangan biarkan perbedaan memisahkan kita. Sumpah Pemuda bukan hanya untuk dikenang setiap 28 Oktober, tetapi untuk dihidupi melalui tindakan nyata. Jadilah orang muda yang kreatif, beriman, solider, dan bertanggung jawab. Sebab ketika orang muda bersatu dalam semangat persaudaraan, masa depan Ilebura, Gereja, dan bangsa akan semakin kuat.
Satu Ilebura, satu semangat, satu generasi: berbeda dalam karya, bersatu dalam persaudaraan, bersama membangun masa depan. (SON KOLIN – KOMSOS LEWOTOBI)
Related posts:

MISA PEMBUKAAN TAHUN AJARAN 2026–2027 SDK RIANGKAHA DAN PERUTUSAN BAPA GURU ALFONSUS LAMA SOME MUKIN...

Paroki Lewotobi Sosialisasikan Bahan BKSN 2026, Dorong Fasilitator KBG Persiapkan Diri




