
Paroki Lewotobi Sosialisasikan Bahan BKSN 2026, Dorong Fasilitator KBG Persiapkan Diri
Nurabelen, 29 Agustus 2026 — Dalam rangka mempersiapkan umat menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, Paroki Lewotobi menggelar kegiatan sosialisasi bahan BKSN 2026 bersama para pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), perwakilan stasi, serta para fasilitator Kelompok Basis Gerejani (KBG). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pemahaman dan mempersiapkan para fasilitator sebelum mendampingi umat di KBG masing-masing.
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Pastor Paroki Lewotobi, RD Moses Watan Boro. Dalam sambutannya, Pastor Moses menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta yang hadir berasal dari unsur DPP, perwakilan masing-masing stasi, serta para fasilitator KBG yang nantinya akan terlibat langsung dalam proses pendalaman Kitab Suci selama BKSN 2026.
Sosialisasi bahan BKSN 2026 kemudian disampaikan oleh Diakon Romanus Tubo Ola. Tahun ini, BKSN mengangkat tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Tema tersebut menjadi dasar bagi umat untuk semakin mengenal dan mendalami pribadi serta karya Yesus sebagaimana diwartakan dalam Injil Matius.

Dalam pemaparannya, Diakon Romanus menegaskan bahwa materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tersebut masih merupakan gambaran garis besar dari bahan BKSN 2026. Bahan tersebut nantinya akan didalami bersama oleh umat dari berbagai kelompok usia, yakni umat dewasa, remaja, dan anak-anak.
Karena itu, para fasilitator diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan sosialisasi, tetapi juga mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh. Salah satu bentuk persiapan yang ditekankan adalah membaca, memahami, dan mendalami tema serta materi BKSN terlebih dahulu sebelum membawanya ke tengah umat di KBG masing-masing.
“Fasilitator perlu mempersiapkan diri dengan baik. Bahan ini hendaknya dibaca dan didalami terlebih dahulu sehingga ketika dibawakan di KBG, fasilitator tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi sungguh-sungguh mampu membantu umat untuk mengalami dan memahami pesan Kitab Suci,” demikian penekanan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Fasilitator Diajak Saling Belajar dan Mengevaluasi
Selain berbicara mengenai materi BKSN, Pastor Paroki Lewotobi juga memberikan perhatian khusus terhadap keberagaman pengalaman para fasilitator. Menurutnya, para fasilitator yang hadir memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Ada yang sudah cukup lama menjalankan tugas sebagai fasilitator, namun ada pula yang masih tergolong pemula.

Dalam konteks tersebut, Romo Moses mengharapkan agar proses pendampingan umat tidak berjalan sendiri-sendiri. Tingkat stasi perlu menjadi ruang bagi para fasilitator untuk berbagi pengalaman, melakukan evaluasi, dan saling belajar.
Karena itu, setiap stasi diharapkan dapat membangun kebiasaan sharing dan evaluasi setiap minggu atas proses katekese yang berlangsung di KBG-KBG. Dengan demikian, berbagai pengalaman maupun tantangan yang ditemukan selama proses pendalaman Kitab Suci dapat dibicarakan bersama.
Langkah ini diharapkan membantu para fasilitator, baik yang sudah senior maupun yang masih pemula, untuk terus berkembang dalam menjalankan tugas pelayanan.
Semangat yang hendak dibangun bukan sekadar menyelesaikan kegiatan BKSN, melainkan menjadikan proses pendalaman Kitab Suci sebagai kesempatan bagi seluruh fasilitator untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat.
Semarakkan BKSN dengan Perlombaan Kitab Suci
Selain sosialisasi bahan BKSN 2026, kegiatan tersebut juga membahas sejumlah agenda untuk memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional di Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Seksi Pewartaan dan Kerasulan Kitab Suci Paroki Lewotobi, Ibu Maria Adelgonda Bukan, menyampaikan bahwa BKSN 2026 akan diisi dengan beberapa kegiatan perlombaan, yakni lomba baca Kitab Suci, lomba mazmur, dan kuis Kitab Suci.


Perlombaan tersebut akan melibatkan Orang Muda Katolik (OMK), kaum ibu, dan kaum bapak. Pelaksanaannya dimulai dari tingkat stasi dengan melibatkan seluruh KBG. Setiap KBG diharapkan mengutus peserta untuk mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di stasi masing-masing.
Selanjutnya, peserta yang berhasil meraih juara pertama di tingkat stasi akan mendapatkan kesempatan untuk mewakili stasinya dalam perlombaan tingkat Paroki Lewotobi.
Rangkaian perlombaan tersebut akan mencapai puncaknya pada Minggu, 27 September 2026, dalam perlombaan tingkat paroki yang akan diselenggarakan di Stasi Nurabelen sebagai tuan rumah.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Paroki Lewotobi tidak hanya ingin menjadikan BKSN sebagai kegiatan rutin tahunan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Kitab Suci. Pendalaman tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa” diharapkan membantu umat semakin mengenal wajah Yesus dalam Injil Matius serta menghidupi sabda-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi langkah awal bagi para fasilitator untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki proses pendalaman BKSN di tingkat KBG. Dengan persiapan yang matang, kerja sama antarstasi, serta semangat untuk saling belajar dan berbagi, diharapkan pelaksanaan BKSN 2026 di Paroki Lewotobi dapat berjalan dengan baik dan membawa buah bagi kehidupan iman seluruh umat. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



