
Sukacita Gereja di Stasi Santo Stefanus Martir Riangbunga: Dua Pasangan Diberkati dalam Sakramen Perkawinan, Tiga Anak Menerima Sakramen Baptis
Riangbunga, 7 Juli 2026 – Umat Katolik di Stasi Santo Stefanus Martir Riangbunga, Paroki Santo Yosef Lewotobi, diliputi sukacita dalam Perayaan Ekaristi yang dirangkaikan dengan upacara pemberkatan nikah dan pembaptisan anak pada Selasa (7/7/2026). Perayaan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini menjadi momentum istimewa bagi dua keluarga yang secara resmi diteguhkan dalam Sakramen Perkawinan dan mempersembahkan anak-anak mereka untuk menerima Sakramen Baptis.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki, RD Moses Watan Boro sebagai selebran utama, didampingi oleh Diakon Romanus Tubo Ola serta para frater, yakni Fr. Ichal Projo, Frater TOP, Fr. Ino, CSSR, Fr. Fidel Stigmata, Fr. Adrian Stigmata, dan Fr. Wetan Projo.
Dalam perayaan tersebut, ada dua pasangan yang menerima berkat Sakramen Perkawinan. Pasangan Zakarias Keso Hokeng dan Ursula Unu Tapun diberkati oleh Pastor Paroki, RD Moses Watan Boro. Sementara itu, pasangan Florianus Gesa Oyan dan Antonia Trifonia Trifosa Ona menerima pemberkatan nikah yang dipimpin oleh Diakon Romanus Tubo Ola.
Selain pemberkatan nikah, Diakon Romanus Tubo Ola juga memimpin upacara pembaptisan tiga anak dari kedua keluarga tersebut. Ketiga anak yang menerima Sakramen Baptis adalah Maria Punjari Hokeng dan Rafael Ribu Hokeng, putra-putri dari pasangan Zakarias Keso Hokeng dan Ursula Unu Tapun, serta Servus Jati Oyan, putra dari pasangan Florianus Gesa Oyan dan Antonia Trifonia Trifosa Ona.


Suasana gereja dipenuhi kegembiraan. Keluarga besar, umat stasi, dan para tamu undangan mengikuti seluruh rangkaian liturgi dengan penuh khidmat. Nyanyian liturgi dan doa-doa umat semakin menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan perayaan yang menjadi tanda nyata penyertaan Tuhan dalam kehidupan keluarga-keluarga baru tersebut.
Dalam homilinya, Pastor Paroki RD Moses Watan Boro mengungkapkan rasa syukur dan sukacitanya atas terselenggaranya perayaan sakral tersebut. Ia menegaskan bahwa perkawinan dalam Gereja Katolik bukan hanya sebuah perayaan cinta antara dua insan, melainkan juga perayaan iman kepada Allah yang telah memulai karya kasih-Nya di dalam kehidupan kedua mempelai.
“Sesungguhnya perkawinan ini bukan hanya tentang cinta kasih antara pasangan yang hendak menikah, tetapi juga tentang iman kita kepada Tuhan yang telah memulai cinta itu di dalam diri masing-masing mereka. Karena itu, hendaknya mereka terus saling mengasihi dalam perjalanan hidup mereka, melewati ziarah keluarga bersama Tuhan, serta menjadi rasul-rasul cinta kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.”
Lebih lanjut, Pastor Moses mengajak kedua keluarga baru tersebut untuk menjadikan rumah tangga mereka sebagai teladan bagi keluarga-keluarga lain, terutama dalam kehidupan doa, kasih, dan persaudaraan. Ia juga berharap agar anak-anak yang telah dipercayakan Tuhan kepada mereka dididik dengan baik hingga mencapai jenjang pendidikan yang tinggi.
“Bahkan bila Tuhan berkehendak, semoga ada di antara mereka yang kelak terpanggil menjadi imam maupun biarawan dan biarawati,” harap Romo Moses.
Sementara itu, Ketua Dewan Stasi Riangbunga, Antonius Kapitan Ena, turut menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya perayaan tersebut. Menurutnya, seluruh umat bersukacita karena dua pasangan yang telah lama hidup bersama akhirnya diteguhkan dalam Sakramen Perkawinan, sementara anak-anak mereka juga memperoleh rahmat Sakramen Baptis.
“Kami bersyukur karena hari ini kedua pasangan ini akhirnya menerima peneguhan dalam Sakramen Perkawinan. Sukacita kami juga semakin lengkap karena anak-anak mereka dapat menerima Sakramen Baptis. Semoga keluarga-keluarga ini semakin bertumbuh dalam iman dan menjadi teladan bagi umat di Stasi Riangbunga,” ungkapnya.
Usai Perayaan Ekaristi, sukacita dilanjutkan dengan acara syukuran di rumah masing-masing keluarga. Acara tersebut berlangsung penuh keakraban bersama keluarga, kerabat, dan masyarakat hingga pukul 22.00 WITA.


Penyederhanaan syukuran setelah Perayaan Ekaristi ini merupakan bagian dari kesepakatan bersama antara pihak Gereja dan pemerintah di wilayah Paroki Santu Yosef Lewotobi untuk menjawabi harapan Gereja Lokal Keuskupan Larantuka dalam program Gerakan Penyederhanaan Pesta Sakramen. Kesepakatan tersebut bertujuan menjaga ketertiban serta memberikan ruang agar seluruh umat dapat mengikuti Perayaan Ekaristi dengan khidmat sebelum melanjutkan perayaan syukur di rumah keluarga masing-masing.
Perayaan sakramen di Stasi Santo Stefanus Martir Riangbunga ini menjadi tanda nyata bahwa Gereja terus menghadirkan sukacita iman di tengah kehidupan umat. Melalui Sakramen Perkawinan dan Sakramen Baptis, keluarga-keluarga Katolik dipanggil untuk membangun rumah tangga yang berakar pada kasih Kristus serta mendidik generasi penerus dalam iman, harapan, dan kasih demi masa depan Gereja dan masyarakat. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



