
Renungan Sabtu, 4 Juli 2026: “Anggur yang Baru Disimpan dalam Kantong yang Baru”
Bacaan Amos 9:11-15 dan Matius 9:14-17
Bapa-ibu, saudara-saudari umat beriman yang terkasih dalam Tuhan. Hari ini kedua bacaan berbicara kepada kita tentang Allah yang selalu menghadirkan pembaruan bagi orang yang mau membuka hati kepada-Nya. Dalam Injil, Yesus berkata, “Anggur yang baru disimpan dalam kantong yang baru.” Sabda ini mengajak kita untuk tidak terjebak dalam pola pikir, kebiasaan, dan cara hidup yang lama. Mengikuti Kristus bukan hanya soal menjalankan kebiasaan keagamaan, tetapi membiarkan hati diperbarui oleh kasih-Nya setiap hari. Ketika hati diperbarui, cara kita mengampuni, mengasihi, melayani, dan memandang sesama pun akan berubah. Semangat inilah yang tampak dalam hidup Santa Elisabet dari Portugal. Di tengah berbagai konflik kerajaan, ia memilih menjadi pembawa damai, murah hati kepada kaum miskin, dan setia melakukan kehendak Tuhan. Hatinya menjadi “kantong baru” yang sanggup menampung dan membagikan kasih Kristus kepada banyak orang.
Janji pembaruan itu diteguhkan dalam nubuat Amos. Allah berjanji akan membangun kembali yang telah runtuh, memulihkan yang hancur, dan mencurahkan berkat yang berlimpah kepada umat-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah menyerah terhadap hidup kita. Walaupun kita pernah jatuh, gagal, atau terluka, Tuhan selalu membuka kesempatan untuk memulai kembali. Karena itu marilah kita bertanya dalam hati, apakah saya sungguh memberi ruang bagi Tuhan untuk memperbarui hati dan hidup saya setiap hari? Ataukah saya masih bertahan pada kebiasaan lama yang menghalangi rahmat-Nya bekerja dalam diri saya?
Semoga kita berani meninggalkan manusia lama dan membuka hati bagi karya pembaruan Allah, sehingga hidup kita semakin memancarkan sukacita, damai, dan harapan bagi setiap orang yang kita jumpai. (Fr Ichal)



