
Sukacita Paroki Lewotobi: Dua Putra yang Pernah Berkarya Bersama Umat Kini Ditahbiskan Menjadi Imam, Rm Tubo Kembali Melayani sebagai Pastor Rekan
LARANTUKA – KOMSOS LEWOTOBI – Umat Keuskupan Larantuka merayakan penuh dengan sukacita tahbisan tiga orang imam projo Keuskupan Larantuka yaitu RD Martinus Philipus Riberu, RD Metodius Tedun Lamuda, dan RD Romanus Tubo Ola, Kamis (29/10/2026). Sukacita tahbisan tiga imam baru di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka ini terasa istimewa bagi umat Paroki Santo Yosef Lewotobi. Pasalnya, dua dari tiga imam yang ditahbiskan, yakni RD Martinus Philipus Riberu atau yang akrab disapa Rm Epo dan RD Romanus Tubo Ola atau Rm Tubo, merupakan buah panggilan dari Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Keduanya bukan sosok asing bagi umat Lewotobi. Sebelum menerima tahbisan imamat, Rm Epo dan Rm Tubo pernah hidup, tinggal, dan menjalani masa pelayanan bersama umat di paroki tersebut. Karena itu, kabar tahbisan keduanya disambut dengan penuh sukacita dan rasa syukur oleh umat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panggilan mereka.



Kebahagiaan umat Lewotobi semakin lengkap setelah Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, melalui Surat Keputusan (SK) penempatan imam baru, menugaskan Rm Tubo untuk kembali ke Paroki Santo Yosef Lewotobi sebagai Pastor Pembantu.
Dengan demikian, Rm Tubo tidak hanya kembali sebagai seorang imam baru, tetapi juga melanjutkan perjalanan pelayanannya bersama umat yang pernah mendampinginya selama masa formasi dan persiapan menuju imamat.
Pernah hidup dan berkarya bersama umat Lewotobi
Kedekatan kedua imam baru ini dengan umat Lewotobi terbangun melalui pengalaman pastoral yang mereka jalani dalam masa pendidikan calon imam.
Rm Epo, RD Martinus Philipus Riberu, pernah menjalani masa praktik sebagai Frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Santo Yosef Lewotobi selama dua tahun, yakni dari 2022 hingga 2024. Dalam rentang waktu tersebut, ia hidup bersama umat, mengenal kehidupan menggereja, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pastoral paroki.
Sementara itu, Rm Tubo, RD Romanus Tubo Ola, menjalani masa praktik sebagai Diakon di Paroki Santo Yosef Lewotobi sejak Juni hingga Oktober 2026. Kehadirannya dalam masa persiapan menjelang tahbisan turut membangun kedekatan dengan umat dan lingkungan pastoral Lewotobi.



Pengalaman hidup bersama umat inilah yang membuat tahbisan kedua imam tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Paroki Santo Yosef Lewotobi. Umat tidak hanya menyaksikan dua orang yang pernah tinggal dan melayani bersama mereka menerima Sakramen Imamat, tetapi juga melihat buah dari benih panggilan yang terus bertumbuh melalui perjalanan panjang, doa, pendampingan, dan kesetiaan kepada Tuhan.
Sukacita umat menyambut kembalinya Rm Tubo
Kabar penempatan Rm Tubo sebagai Pastor Pembantu Paroki Santo Yosef Lewotobi menjadi kabar sukacita tersendiri bagi umat. Keputusan Uskup Larantuka ini disambut dengan penuh kegembiraan karena umat kembali mendapatkan seorang gembala yang sudah mengenal kehidupan, dinamika, dan perjalanan pastoral paroki.
Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yosef Lewotobi, Bapak Lukas Fernandez, mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasih kepada Uskup Larantuka atas keputusan tersebut.
“Terima kasih, Bapa Uskup, yang sudah memberikan Rm Tubo sebagai Pastor Rekan di paroki kami. Kami sangat bahagia dengan keputusan ini,” ungkapnya.
Ungkapan tersebut menggambarkan rasa syukur umat Lewotobi yang menyambut kehadiran kembali Rm Tubo, kali ini dengan tanggung jawab baru sebagai seorang imam.
Sukacita yang sama juga disampaikan Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, RD Moses Watan Boro. Ia mengungkapkan kegembiraannya karena Rm Tubo boleh kembali ke Lewotobi dan bersama-sama membantu karya pelayanan pastoral di paroki tersebut.
Bagi RD Moses, kehadiran Rm Tubo menjadi tambahan tenaga pelayanan sekaligus kesempatan untuk melanjutkan kebersamaan dalam membangun kehidupan iman umat Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Dari pengalaman pastoral menuju tanggung jawab imamat
Tahbisan Rm Epo dan Rm Tubo berlangsung bersama RD Metodius Tedun Lamuda dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Dalam homilinya, Uskup Larantuka menegaskan bahwa pelayanan seorang imam harus berakar pada kasih kepada Kristus. Imamat bukanlah tentang kehormatan, kekuasaan, atau kedudukan, melainkan kesediaan untuk memberikan diri bagi Tuhan dan umat-Nya.

Ia mengingatkan bahwa seorang imam dipanggil untuk menjadi teladan melalui perkataan, tingkah laku, kasih, iman, dan kesucian hidup. Seorang imam juga harus setia pada tugas perutusannya, hidup dalam persaudaraan dengan sesama imam, membangun persekutuan dengan uskup, serta melayani umat dengan penuh tanggung jawab.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi Rm Epo dan Rm Tubo dalam memulai perjalanan pelayanan sebagai imam. Terlebih bagi Rm Tubo yang kini dipercayakan kembali ke Paroki Santo Yosef Lewotobi untuk mengambil bagian dalam karya penggembalaan umat.
Sukacita yang menjadi syukur dan tanggung jawab bersama
Bagi umat Paroki Santo Yosef Lewotobi, tahbisan kedua imam ini bukan sekadar peristiwa gerejawi yang dirayakan di Katedral Larantuka. Ini adalah sukacita keluarga besar paroki. Ada rasa bangga karena dua pribadi yang pernah berjalan bersama umat kini telah menerima rahmat imamat.
Lebih istimewa lagi, salah seorang dari mereka, Rm Tubo, kembali untuk melayani sebagai Pastor Pembantu. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat karya pastoral bersama Pastor Paroki, Dewan Pastoral, para pengurus lingkungan dan KBG, serta seluruh umat.
Sementara itu, perjalanan panggilan Rm Epo menjadi kesaksian bahwa pengalaman pastoral dan kebersamaan dengan umat merupakan bagian berharga dari proses pembentukan seorang calon imam.
Pada akhirnya, sukacita ini menjadi undangan bagi seluruh umat Lewotobi untuk terus mendoakan dan mendukung para imam, khususnya kedua imam yang memiliki ikatan historis dengan paroki tersebut.
Selamat datang kembali, Rm Tubo. Selamat melayani bersama umat Paroki Santo Yosef Lewotobi. Proficiat kepada Rm Epo dan Rm Tubo juga Rm Tedi atas rahmat tahbisan imamat. Semoga Tuhan senantiasa menuntun langkah pelayanan dan menjadikan keduanya gembala yang setia, rendah hati, serta dekat dengan umat. (AYU – KOMSOS LEWOTOBI)
Related posts:

UNGKAPAN HATI MENGENANG DALAMNYA PENGALAMAN DI WAKTU SINGKAT PELAYANAN DIAKONAT DI PAROKI ST. YOSEF ...

Menjaga Pelita yang Telah Dinyalakan: Misa Pembukaan Tahun Ajaran dan Purna Bakti Ibu Oce




