
Renungan Selasa, 30 Juni 2026: “Mengapa Kamu Takut, Hai Kamu yang Kurang Percaya?”
Bacaan Amos 3:1-8;411-12 dan Matius 8:23-27
Bapa-ibu, saudara-saudari umat beriman yang terkasih dalam Tuhan. Hari ini kedua bacaan berbicara kepada kita tentang iman yang diuji di tengah badai kehidupan. Dalam Injil, para murid panik ketika angin ribut mengguncang perahu, sementara Yesus tampak tertidur. Mereka merasa Tuhan seolah tidak peduli, padahal Dia tetap hadir bersama mereka. Karena itu, sebelum meredakan badai, Yesus terlebih dahulu menegur ketakutan mereka: “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” Ternyata badai yang paling berbahaya bukanlah gelombang di luar perahu, melainkan keraguan di dalam hati. Ketika iman tetap hidup, badai sebesar apa pun tidak akan mampu menenggelamkan harapan.
Pesan itu diperdalam oleh Nabi Amos. Melalui berbagai peristiwa hidup, Tuhan terus memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya, tetapi mereka tetap mengeraskan hati. Maka Tuhan berseru, “Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu.” Kedua bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan kadang mengizinkan badai terjadi bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk membentuk iman dan mengembalikan hati kita kepada-Nya. Hari ini Gereja juga memperingati Para Martir Pertama Umat di Roma, yang tetap setia kepada Kristus meski harus mengorbankan hidup mereka. Kesaksian mereka mengajarkan bahwa iman sejati tidak diukur dari hidup yang bebas masalah, tetapi dari kesetiaan untuk tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan ketika badai sedang mengamuk.
Bukankah sering kali kita lebih sibuk menghitung besarnya badai daripada menyadari kehadiran Tuhan di dalam perahu hidup kita? Ketika pencobaan datang, apakah hati kita dipenuhi ketakutan atau justru semakin teguh percaya kepada-Nya? Semoga kita semakin berani mempercayakan seluruh hidup kepada Tuhan, sebab bersama-Nya tidak ada badai yang lebih besar daripada kasih dan kuasa-Nya. Amin. (Fr. Ichal)



