
Pengurus OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi Resmi Dilantik, Ziarah Salib Dibuka: “Berjalan Bersama Kristus, Diutus Membawa Kabar Sukacita”
RIANGBUNGA — Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dari enam stasi dalam wilayah Paroki Santo Yosef Lewotobi berkumpul di Stasi Riangbunga, Senin (31/8/2026), dalam suasana penuh sukacita untuk merayakan dua momentum penting: pelantikan Badan Pengurus OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi periode 2026–2029 sekaligus pembukaan Ziarah Salib OMK.

Perayaan yang dimulai pukul 17.00 WITA tersebut diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, RD Moses Watan Boro, didampingi Diakon Romanus Tubo Ola, selaku moderator OMK Paroki. Perayaan berlangsung meriah dengan dukungan koor OMK Stasi Riangbunga sebagai tuan rumah.
Hadir dalam perayaan tersebut ratusan OMK yang berasal dari Stasi Nobo, Nurabelen, Riangkaha, Riangbunga, Lewotobi, dan Lewouran. Selain itu, tampak pula pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Pastoral Stasi (DPS), serta umat Stasi Riangbunga.
Kristus dan Salib Menjadi Pusat Perutusan OMK
Dalam homilinya, RD Moses mengajak orang muda untuk menyadari bahwa mereka bukan sekadar bagian dari Gereja, tetapi merupakan bagian penting dari perjalanan dan perutusan Gereja pada masa kini.
Mengangkat tema “Berjalan Bersama Kristus, Diutus Membawa Kabar Sukacita,” RD Moses menegaskan bahwa kekuatan pelayanan bukan terutama terletak pada kemampuan manusia, melainkan pada Kristus dan kuasa Roh Kudus.

Mengacu pada pewartaan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, ia mengingatkan OMK agar tidak menunggu sampai menjadi sempurna atau memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mulai terlibat dalam pelayanan Gereja.
“Tuhan tidak pertama-tama mencari orang yang hebat. Tuhan mencari orang yang mau dipakai oleh-Nya,” tegasnya.
Menurutnya, orang muda tidak perlu menunggu menjadi dewasa, berpengalaman, atau memiliki banyak kemampuan untuk mulai bersaksi dan melayani. Pelayanan dapat dimulai dengan apa yang dimiliki saat ini, dengan hati yang terbuka kepada Kristus.
Dalam terang Injil Lukas, Pastor Paroki juga menekankan kata “hari ini” dalam perutusan Yesus.
“Bukan besok, bukan nanti kalau sudah tua, bukan nanti kalau sudah mempunyai pekerjaan yang baik. Hari ini Kristus mengutus kita. Hari ini Gereja membutuhkan orang muda,” ujarnya.
Karena itu, OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi diajak menjadi orang muda yang membawa harapan bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Ziarah Salib: Bukan Sekadar Membawa Salib, tetapi Membawa Kristus
Dalam homilinya, RD Moses juga memberikan penekanan khusus pada makna Ziarah Salib OMK yang dibuka dalam perayaan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar membawa sebuah benda religius dari satu stasi ke stasi lainnya. Salib merupakan tanda Kristus yang disalibkan dan bangkit, sekaligus pengingat bahwa perjalanan mengikuti Kristus membutuhkan keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan.
Ia mengajak OMK untuk berani tetap percaya ketika menghadapi kesulitan, tetap melayani ketika tidak dihargai, menjadi terang ketika berada di tengah situasi yang gelap, serta menghadirkan sukacita bagi mereka yang kehilangan harapan.
“Bukan hanya membuat kegiatan. Bukan hanya berkumpul dan bersenang-senang. Tetapi membawa Kristus ke tengah kehidupan nyata,” katanya.
Menutup homilinya, RD Moses mengajak seluruh OMK untuk menjadikan ziarah Salib sebagai momentum pembaruan iman.
“Ketika Salib OMK ini mulai berziarah dari satu tempat ke tempat yang lain, biarlah bukan hanya Salib yang berjalan. Iman kita juga harus berjalan,” tegasnya.
Pengurus OMK Periode 2026–2029 Siap Mengembangkan Potensi Orang Muda
Usai pelantikan, Ketua OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi, Laurensius Bawa Blolon, yang disapa Lori, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya dua momentum penting tersebut.

Ia menyebut pelantikan pengurus OMK periode 2026–2029 dan pembukaan Ziarah Salib sebagai langkah penting dalam menghidupkan kembali dinamika organisasi orang muda di Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Lori mengajak seluruh orang muda Katolik dari enam stasi untuk memberikan dukungan dan bekerja sama selama masa kepengurusan yang baru.
Ia juga mengharapkan agar OMK menjadi wadah yang sungguh-sungguh dimanfaatkan oleh orang muda untuk mengembangkan diri, bakat, kemampuan, dan berbagai potensi yang mereka miliki.
Seruan Persatuan dan Kerja Sama Antarstasi
Sukacita atas momentum tersebut juga disampaikan oleh Ketua Seksi Kepemudaan Paroki, Wilfridus Ignasius N. Mukin. Ia mengajak seluruh OMK dari setiap stasi untuk membangun kerja sama yang baik dan menjaga persaudaraan.
Frid secara khusus mengingatkan agar perbedaan antarkelompok atau antarstasi tidak menjadi sumber perselisihan dan pertengkaran di kalangan orang muda.
Ia juga mengharapkan partisipasi dan keterlibatan aktif seluruh OMK dalam setiap rangkaian prosesi Ziarah Salib.
Menurutnya, perjalanan Salib OMK hendaknya menjadi kesempatan bagi orang muda dari berbagai stasi untuk saling mengenal, membangun persaudaraan, dan bertumbuh bersama sebagai satu keluarga besar Paroki Santo Yosef Lewotobi.
DPP Apresiasi Kepedulian OMK bagi Korban Gempa Flores
Sementara itu, Ketua DPP Paroki Santo Yosef Lewotobi, Lukas Sinagula Fernandez, menyambut penuh sukacita pertemuan orang muda dari seluruh wilayah paroki.

Ia mengapresiasi kehadiran dan semangat OMK yang kembali berkumpul dalam satu momentum bersama setelah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Lukas juga menyampaikan terima kasih atas inisiatif OMK dalam menggalang donasi berupa barang dan uang bagi para korban gempa Flores.
Ia mengajak orang muda tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan donasi, tetapi turut mengambil bagian secara langsung dalam proses penyaluran bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Ajakan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana OMK dapat menerjemahkan iman dan kepedulian sosial ke dalam tindakan konkret.
Moderator OMK: Jangan Merasa Tidak Berguna karena Masih Muda
Semangat untuk terus bertumbuh juga disampaikan Diakon Romanus Tubo Ola, selaku Moderator OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi.

Dalam sambutannya, Diakon Tubo menyampaikan apresiasi atas kehadiran orang muda dari berbagai stasi yang telah meluangkan waktu untuk berkumpul dalam momentum tersebut.
Baginya, berkumpulnya ratusan OMK merupakan tanda bahwa semangat orang muda untuk mengambil bagian dalam kehidupan dan perutusan Gereja masih tetap hidup.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh orang muda yang telah memberi diri bagi karya perutusan Gereja.
Menurutnya, kesediaan orang muda untuk terlibat merupakan sesuatu yang patut disyukuri dan terus dikembangkan. Gereja membutuhkan tenaga, kreativitas, semangat, dan keberanian orang muda untuk menjawab berbagai tantangan zaman.
Diakon Tubo kemudian mengingatkan orang muda pada pesan Rasul Paulus yang menegaskan bahwa usia muda bukan alasan untuk merasa kecil atau tidak berarti.
Ia mengajak OMK untuk tidak pernah berpikir bahwa karena masih muda, mereka belum memiliki sesuatu yang dapat diberikan bagi Gereja.
“Jangan karena kalian masih muda, lalu kalian merasa tidak berguna,” tegasnya.
Sebaliknya, masa muda merupakan kesempatan berharga untuk belajar, mencoba, melayani, dan menemukan potensi diri.
Karena itu, ia mendorong seluruh OMK untuk terus bertumbuh dan membenahi diri, baik secara pribadi maupun sebagai sebuah organisasi.
Salib OMK Berziarah hingga Puncak Pesta Salib Suci
Ziarah Salib OMK merupakan salah satu kegiatan tahunan OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi. Setelah dibuka di Stasi Riangbunga, Salib OMK akan diantar dan melanjutkan perjalanan ke Stasi Lewouran, Stasi Lewotobi, Stasi Riangkaha, dan Stasi Nurabelen.
Sementara itu, Stasi Nobo belum dapat dikunjungi dalam rangkaian ziarah tahun ini karena wilayah tersebut masih berada dalam kawasan rawan bencana (KRB) akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Rangkaian Ziarah Salib OMK akan mencapai puncaknya pada 14 September 2026, bertepatan dengan Pesta Salib Suci di Stasi Nurabelen.
Momentum di Stasi Riangbunga tersebut akhirnya bukan hanya menjadi awal perjalanan sebuah Salib, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Di tengah berbagai pengalaman dan tantangan yang telah dilalui, orang-orang muda dari enam stasi kini kembali disatukan dalam satu semangat: berjalan bersama Kristus, siap diutus, dan membawa kabar sukacita.
Dari Riangbunga, perjalanan Salib dimulai. Bersama Salib Kristus, OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi melangkah menuju persaudaraan, pelayanan, dan perutusan yang lebih nyata. (ASO – KOMSOS Lewotobi)



