
Laurensius Bawa Blolon Terpilih sebagai Ketua OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi
Nurabelen, 21 Agustus 2026 — Setelah perayaan Ekaristi dan pelantikan kepengurusan Orang Muda Katolik (OMK) di masing-masing stasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan pengurus OMK tingkat Paroki Santo Yosef Lewotobi, Jumat (21/8/2026).
Pemilihan pengurus OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan diikuti oleh anggota OMK dari enam stasi dalam wilayah paroki, yakni Stasi Nobo, Nurabelen, Riangkaha, Riangbunga, Lewotobi, dan Lewouran.

Proses pemilihan tersebut dipimpin langsung oleh Diakon Tubo. Setelah melalui proses bersama, pemilihan dilakukan secara aklamasi dan menghasilkan susunan pengurus inti OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Laurensius Bawa Blolon Terpilih sebagai Ketua OMK Paroki
Dalam pemilihan secara aklamasi tersebut, Laurensius Bawa Blolon dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Ketua OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi. Sementara itu, Lusia Angelina Bulu Witi dipercaya sebagai Sekretaris dan Anisa Kristian sebagai Bendahara.

Susunan pengurus inti OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi yang terpilih adalah:
- Ketua: Laurensius Bawa Blolon
- Sekretaris: Lusia Angelina Bulu Witi
- Bendahara: Anisa Kristian
Terbentuknya kepengurusan OMK tingkat paroki menjadi bagian penting dari proses pembenahan dan penguatan kembali kehidupan Orang Muda Katolik di Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Sebelumnya, telah dilakukan perjumpaan dan dialog bersama orang muda di setiap stasi serta pembentukan kepengurusan OMK di enam stasi. Proses tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kembali semangat kebersamaan dan keterlibatan orang muda dalam kehidupan Gereja.
Dengan terbentuknya kepengurusan tingkat paroki, OMK diharapkan semakin mampu memperkuat kehidupan iman, mengembangkan kreativitas, membangun persaudaraan, serta mengambil bagian secara aktif dalam berbagai karya pelayanan Gereja dan masyarakat.
Wakil Pengurus Berasal dari Enam Stasi
Dalam struktur kepengurusan OMK Paroki, posisi wakil OMK akan langsung ditangani oleh masing-masing ketua OMK stasi. Langkah ini menjadi bentuk keterwakilan enam stasi sekaligus memperkuat koordinasi antara pengurus OMK tingkat paroki dan stasi.
Adapun para wakil dari masing-masing stasi adalah:
- Stasi Nobo: Susana Moda Soge
- Stasi Nurabelen: Maria Wae Puka
- Stasi Riangkaha: Hans Temu
- Stasi Riangbunga: Maria Udis Tuto Blolon
- Stasi Lewotobi: Mikhaela Adventina Noni
- Stasi Lewouran: Helena Juindah Mamo
Keterlibatan para wakil dari enam stasi ini diharapkan dapat memperlancar komunikasi, koordinasi, dan pelaksanaan berbagai program OMK di seluruh wilayah Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Dengan demikian, setiap stasi memiliki peran dan keterwakilan dalam kepengurusan OMK tingkat paroki sehingga berbagai kegiatan dan program dapat dirancang serta dilaksanakan secara bersama-sama.
Ketua Terpilih Mengharapkan Kerja Sama
Setelah ditetapkan sebagai Ketua OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi, Laurensius Bawa Blolon menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh anggota OMK.
Ia menyadari bahwa tugas tersebut bukanlah tanggung jawab yang dapat dijalankan seorang diri. Karena itu, ia mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh anggota OMK serta semua pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan orang muda.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saya mengharapkan kerja sama yang baik dari semua pihak, sehingga kita bersama-sama dapat membawa OMK ini kepada harapan dan cita-cita kita semua.”
Menurut Laurensius, kepengurusan yang baru terbentuk hendaknya menjadi wadah bagi orang muda untuk saling mendukung, bertumbuh dalam iman, serta mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.
Kepercayaan tersebut juga menjadi dorongan bagi para pengurus untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, kerendahan hati, dan semangat pelayanan.
Segera Bentuk Seksi-Seksi OMK Paroki
Sementara itu, Diakon Tubo selaku Moderator OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi menegaskan bahwa terbentuknya pengurus inti bukanlah akhir dari proses pembentukan organisasi. Para pengurus yang baru terpilih diharapkan segera mengambil langkah lanjutan untuk memperkuat struktur dan program kerja OMK Paroki.

Dia meminta agar para pengurus segera mengadakan pertemuan bersama untuk membahas berbagai kebutuhan organisasi, termasuk memilih dan membentuk kepengurusan seksi-seksi OMK Paroki.
Pembentukan seksi-seksi tersebut penting agar tugas dan tanggung jawab dalam kepengurusan dapat dibagi secara baik sekaligus memberikan ruang yang lebih luas kepada seluruh anggota OMK untuk terlibat.
Melalui pembagian tugas yang jelas, OMK Paroki diharapkan dapat menyusun dan melaksanakan berbagai program secara lebih terarah, baik dalam bidang kerohanian, liturgi, sosial, kreativitas, olahraga, maupun bidang-bidang lain yang mendukung perkembangan orang muda.
Pelantikan Pengurus OMK Paroki pada 31 Agustus
Setelah proses pemilihan pada 21 Agustus 2026, para pengurus OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi akan secara resmi dilantik pada 31 Agustus 2026.
Pelantikan tersebut akan dilaksanakan dalam rangkaian perayaan pembukaan kegiatan akbar OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi, yakni Ziarah Salib OMK.
Momentum ini diharapkan menjadi kesempatan istimewa bagi para pengurus yang baru terpilih untuk memulai tugas dan tanggung jawab pelayanan secara resmi. Ziarah Salib OMK juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan seluruh orang muda dari enam stasi sekaligus meneguhkan komitmen mereka untuk berjalan bersama dalam iman dan pelayanan.
Dengan demikian, pelantikan bukan hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi awal perutusan para pengurus OMK untuk hadir, bergerak, dan melayani dalam kehidupan Gereja.
Membangun OMK yang Beriman dan Melayani
Pemilihan pengurus OMK tingkat paroki pada 21 Agustus 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan Orang Muda Katolik Paroki Santo Yosef Lewotobi.
Di bawah kepemimpinan Laurensius Bawa Blolon, bersama Lusia Angelina Bulu Witi sebagai Sekretaris dan Anisa Kristian sebagai Bendahara, serta dukungan para wakil dari enam stasi, OMK Paroki Santo Yosef Lewotobi diharapkan mampu menjadi wadah yang terbuka, kreatif, solid, dan berakar kuat dalam iman.
Kepengurusan baru ini diharapkan tidak hanya mampu menghidupkan berbagai kegiatan OMK, tetapi juga membawa orang muda semakin dekat dengan Kristus, Gereja, dan sesama.
Dengan semangat “Muda, Beriman, Siap Melayani”, orang muda Paroki Santo Yosef Lewotobi dipanggil untuk tidak hanya menjadi penerima pelayanan Gereja, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam karya pelayanan, persaudaraan, dan pewartaan iman di tengah Gereja dan masyarakat. (SON KOLIN – KOMSOS Lewotobi)



