
Dua Rahmat dalam Satu Perayaan: Lima Pasangan Diberkati, Lima Anak Dibaptis di Gereja Santo Petrus Lewouran
Lewouran, 30 Juni 2026 – Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti Gereja Santo Petrus Lewouran pada Selasa (30/6/2026). Dalam satu perayaan Ekaristi yang berlangsung pukul 08.40–10.15 WITA, lima pasangan menerima Sakramen Perkawinan, sementara lima anak menerima Sakramen Baptis. Momen istimewa ini menjadi perayaan iman yang mempersatukan cinta keluarga dan kelahiran hidup baru dalam Kristus.
Perayaan dipimpin oleh RD. Moses Watan Boro sebagai konselebran utama, didampingi RD. Leonardus Lewokrore, Diakon Romanus Tubo Ola, serta Fr. Ichal, Fr. Wetan, Fr. Fidel, dan Fr. Adrian yang turut melayani jalannya liturgi. Ratusan umat dari Lewouran dan berbagai stasi di wilayah Paroki Santo Yosef Lewotobi memenuhi gereja untuk memberikan doa, dukungan, dan ucapan syukur atas peristiwa iman tersebut.

Lima pasangan yang resmi dipersatukan dalam Sakramen Perkawinan ialah Yosefina Gekalera Kedang dan Hermanus Adrianus Lakun Ola, Rosalia Wata Subah dan Matheus Luja Lewar, Angela Marinci Bura Muda dan Alexander Ole Uran, Marialin Ema Kwure dan Yosef Freinademezt Suli Werang, serta Margareta Ela Muda dan Edelbertus Mangu Uran.
Sementara itu, lima anak yang menerima Sakramen Baptis dan resmi menjadi anggota Gereja Katolik adalah Maria Yuanita Ose Ola Riangmenukut, Anastasia Monika Prada Uran, Yuliana Slaka Riangmenukut, Reinardus Tana Uran, dan Fransiskus Losi Werang.
Dalam renungannya, Diakon Romanus Tubo Ola mengangkat tema “Kita adalah manusia baru.” Ia mengajak seluruh umat untuk memaknai perayaan tersebut sebagai awal perjalanan hidup yang baru, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam pertumbuhan iman.
“Berkat yang diterima oleh kelima pasangan dan kelima anak hari ini bukanlah puncak kasih, melainkan awal dari perjalanan rumah tangga dan kehidupan iman,” tegasnya.

Diakon Tubo juga mengingatkan bahwa setiap keluarga akan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, kesetiaan, komitmen, dan kasih harus menjadi fondasi yang kokoh agar kehidupan keluarga tetap bertumbuh dalam damai dan berakar pada ajaran Kristus.
Kebahagiaan terpancar dari wajah pasangan Hermanus Adrianus Lakun Ola dan Yosefina Gekalera Kedang usai menerima pemberkatan nikah.
“Sungguh ini momen yang indah. Kiranya keindahannya tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan rumah tangga kami ke depan, sehingga kami selalu hidup rukun dan damai,” ungkap Hermanus Adrianus Lakun Ola atau yang lebih dikenal Rudi dengan penuh syukur.
Hal senada disampaikan Lukas Sinagula Fernandez, saksi dari pasangan Marialin Ema Kwure dan Yosef Freinademezt Suli Werang. Menurutnya, semangat yang lahir dari perayaan sakramen hendaknya terus dibawa dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
“Perayaan yang luar biasa. Semoga semangat ini tetap hidup dalam keluarga yang baru sehingga mereka menjadi keluarga yang dewasa dalam iman dan mampu berdiri sendiri,” pesannya.

Rangkaian perayaan ditutup dengan sesi foto bersama di dalam Gereja Santo Petrus Lewouran. Senyum bahagia, pelukan hangat keluarga, serta doa-doa yang mengiringi menjadi penanda bahwa hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah awal baru bagi lima keluarga yang dipersatukan dalam kasih dan lima anak yang memulai perjalanan hidupnya sebagai anggota Gereja.
Perayaan sakramen ini menjadi bukti bahwa Gereja terus menghadirkan ruang bagi umat untuk bertumbuh dalam iman. Melalui Sakramen Perkawinan dan Baptis, keluarga-keluarga baru diteguhkan untuk menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat serta membangun kehidupan yang dilandasi cinta, kesetiaan, dan pengharapan. (Yoin – KOMSOS Lewotobi)



