
Renungan Senin, 25 Mei 2026 – PW Santa Perawan Maria Bunda Gereja
Bacaan: Kejadian 3:9-15.20 dan Yohanes 19:25-34
Bapa-ibu, saudara-saudari umat beriman yang terkasih. Dalam Injil hari ini, di tengah penderitaan salib yang begitu menyakitkan, Tuhan Yesus masih memikirkan kasih. Dari kayu salib Ia berkata kepada murid yang dikasihi-Nya, “Inilah ibumu.” Dari lambung-Nya yang tertikam mengalirlah darah dan air, tanda cinta yang tidak pernah habis bagi manusia. Di saat itulah Maria bukan hanya menjadi ibu bagi Yohanes, tetapi juga Bunda bagi seluruh Gereja. Karena itu hari ini Gereja merayakan PW Santa Perawan Maria Bunda Gereja, sosok ibu yang tetap berdiri setia ketika banyak orang pergi meninggalkan Yesus. Dalam bacaan pertama dari Kitab Kejadian, manusia jatuh ke dalam dosa karena tidak taat, tetapi Allah tidak meninggalkan manusia dalam kehancuran. Di tengah kutukan dosa, Allah sudah menjanjikan keselamatan melalui “perempuan” yang kelak menghadirkan Sang Penebus. Maria menjadi tanda harapan baru ketika dunia terluka oleh dosa. Hari ini Gereja juga mengenang Santa Maria Magdalena de Pazzi yang mengajarkan cinta mendalam kepada Kristus, Paus Gregorius VII yang setia membaharui Gereja, dan Santo Beda Venerabilis yang tekun mewartakan iman lewat kebijaksanaan. Dari mereka kita belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak lahir dari hidup yang mudah, tetapi dari hati yang tetap percaya meski harus berdiri di bawah salib.Amin. (Fr Ical)



