
Uskup Larantuka Terbitkan SK Mutasi Imam, Paroki Lewotobi Sambut Pastor Paroki Baru
Larantuka – Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, secara resmi menerbitkan Surat Keputusan tentang pembebasan dan pengangkatan tugas serta jabatan para imam di wilayah Keuskupan Larantuka. Surat keputusan bernomor KL 166/V.3/IV/2026 tertanggal 17 April 2026 tersebut menjadi bagian dari langkah pastoral Keuskupan dalam memperbaharui dan menyegarkan pelayanan Gereja di tengah umat.





Dalam surat keputusan itu dijelaskan bahwa mutasi dan penempatan imam dilakukan demi kebutuhan pastoral di seluruh wilayah Keuskupan Larantuka, agar pelayanan Gereja semakin efektif, dinamis, dan menjawab kebutuhan umat di setiap paroki.
Sebagai salah satu dari 55 paroki di Keuskupan Larantuka, Paroki Lewotobi juga mengalami pergantian pastor paroki. Berdasarkan lampiran surat keputusan tersebut, Pastor Paroki Lewotobi sebelumnya, RD Leonardus Lewokroke, mendapat tugas baru sebagai Pastor Paroki Leworahang. Sementara itu, jabatan Pastor Paroki Lewotobi dipercayakan kepada RD Moses Watan Boro.
Menindaklanjuti Surat Keputusan Bapa Uskup Larantuka ini, maka RD Leo bersama RD Moses menyepakati tanggal 17 Mei 2026 sebagai hari untuk melakukan serah terima dan pelantikan pastor Paroki Lewotobi. Direncanakan Romo Deken Larantuka, RD Lukas Laba Erap akan hadir di Paroki Lewotobi melantik RD Moses Watan Boro sebagai Pastor Paroki yang baru di wilayah tersebut.
Pergantian ini menandai babak baru dalam perjalanan pelayanan pastoral di Paroki Lewotobi. Kehadiran RD Moses Watan Boro diharapkan dapat melanjutkan karya pelayanan Gereja, mempererat persaudaraan umat, serta menghadirkan semangat baru dalam kehidupan menggereja di tengah umat Paroki Lewotobi.
Umat Paroki Lewotobi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada RD Leonardus Lewokroke atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjalankan pelayanan di paroki tersebut. Berbagai karya dan pelayanan yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam perjalanan iman umat selama ini.
Dengan adanya mutasi ini, Keuskupan Larantuka kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun pelayanan Gereja yang hidup, bergerak, dan dekat dengan kebutuhan umat di seluruh wilayah pastoral. (ASO)


